SUKU WIGU/ UIGHUR... KINI
Cina bisa jadi negara dengan pertumbuhan ekonomi terbesar keempat di dunia. Tapi di dalam negeri sendiri, jurang antara kemakmuran dan kemiskinan sangat mencolok. Seperti terlihat di Provinsi Xinjiang di bagian barat laut Cina.
Provinsi ini adalah daerah termiskin dan jauh dari kesibukan dan hiruk pikuk kota besar seperti Shanghai atau Beijing. Daerah yang terdiri dari padang pasir ganas dan daerah pegunungan ini adalah rumah bagi sebagian besar kelompok minoritas Muslim Uighur.
Sejak beberapa tahun ini, pemerintah berupaya meningkatkan pembangunan di daerah tersebut untuk memperkecil jurang pendapatan yang lebar tersebut.
Tapi kampanye ini juga bertujuan menjaga stabilitas daerah rawan ini di mana Uighur merasa kesal dengan kedatangan orang-orang Cina Han.
Hari masih gelap ketika azan berkumandang dari mesjid Id Kah Kashgar yang terletak diseberang alun-alun kota.
Dari berbagai sudut kota, datang para pria yang mengenakan peci sulaman tradisional menuju masjid untuk sholat subuh.
Bagunan batu pasir berwarna kuning dengan menara dan memiliki halaman rindang itu adalah masjid terbesar di Cina dan pusat
kegiatan komunitas Uighur.
Agama adalah ciri utama kelompok ini yang jumlahnya berkisar sepuluh juta orang. Banyak perempuan dewasa bila bepergian menggunakan cadar berwarna coklat yang menutupi wajah mereka.
Di kota tua Kashgar, dengan rumah-rumah kecil yang terbuat dari batu bata lumpur, masyarakatnya menyandarkan hidup pada usaha kerajinan dan perdagangan.
Para pemuda duduk di atas tungku bata bata besar dengan balok roti di dalamnya.
Tradisi dan adat istiadat di kota ini lebih kental dengan nuansa Asia Tengah daripada budaya Cina. Masyarakat Uighur menggunakan bahasa Turki dan aksara Arab. Sedangkan Beijing terletak ribuan kilometer ke arah timur.
Walau begitu Beijing menjaga dengan ketat kota tersebut. Salah satunya lewat kehadiran pasukan militer besar di sana. Serta cukup banyak pendatang kaya moderat dari ibukota, sebagai bagian kampanye untuk daerah barat milik pemerintah.
Dicanangkan tujuh tahun yang lalu, kampanye ini bertujuan menyebarkan pertumbuhan ekonomi diantara lonjakan provinsi sepanjang pantai dan membendung dorongan untuk melakukan tindakan separatis dalam komunitas Uighur.
Dari luar strategi ini kelihatnnya berhasil. Di sebuah halaman yang teduh, Achmed, 25 tahun, sedang bermain kartu dengan teman-temannya.
“Kami punya lebih banyak bahan makanan, pakaian, dan kondisi hidup lebih baik. Beberapa orang berpikir soal separatisme saat ini-karena hidup kami lebih baik. Tentu saja saya tidak tahu bagaimana masa depan nanti, begitu juga dengan pemerintah.”
Gerakan sporadis dan beberapa protes keras telah muncul di Xinjiang sejak program ini dimulai. Para pengamat mengatakan mereka ini muncul sekali-sekali. Tapi ini bisa dijadikan landasan tindakan agresif pihak berwenang.
Pejabat berwenang meminta pada kelompok nasionalis Uighur agar masyarakat tidak terlibat dalam aktivitas agama yang ekstrem. Masjid dan para pemimpinnya juga dikontrol ketat.
Kelompok HAM memprotes tindakan intimidasi, kekerasan dan tuntutan terhadap aktivis Uighur.
Informasi terpecaya sulit ditemukan. Diantara orang-orang Uighur, ada ketakutan untuk berbicara.
Beberapa ratus kilometer timur Kashgar, bus yang berisi pekerja musiman menanjak melewati bukit pasir yang besar menuju pemukiman baru yaitu kota Alar.
Para pekerja itu datang dari daerah selatan Xinjiang atau dari Kashgar sendiri untuk memetik kapas.
Jalan tol tersebut selesai awal tahun ini, membelah padang pasir ganas Taklamakan. Pejabat partai lokal Zheng Hinrong mengatakan ini adalah jalan kedua yang pernah di bangun di Taklamakan.
“Sebelumnya, perjalanan dari Hetian di selatan Alar dan Aksu mencapai 1000 kilometer; sekarang hanya 420 kilometer. Ini jelas dapat membantu pembangunan lebih cepat di wilayah barat.�?
Sebagai bagian dari kampanye untuk daerah barat, daerah itu juga dibuka untuk industri dan berusaha mengintensifkan eksplorasi cadangan minyak dan gas.
Pemerintah pusat menggelontorkan jutaan dolar untuk proyek ini. Di sisi lain, perputaran uang yang besar juga menarik jutaan orang Cina Han.
Migrasi ini-yang secara aktif didorong pemerintah-telah mengganggu keseimbangan etnik. Uighur, sebelumnya adalah mayoritas penduduk di Xinjiang namun saat ini tinggal 45 persen saja dalam populasi lokal.
Dan banyak diantara mereka, seperti Ahmed, pedagang Kashgar, mengeluhkan hasil pembangunan yang tidak dapat mereka nikmati.
“Masih sedikit lowongan kerja dan ini adalah masalah besar untuk kami. Banyak orang Uighur yang tidak menggunakan bahasa Mandarin dan sangat sulit bagi kami untuk mendapatkan pekerjaan yang bagus.”
Juga ada kritik mengenai banyak proyek di Xinjiang yang keuntungannnya dinikmati daerah timur dan hanya sedikit yang bertujuan mengembangkan industri lokal.
Senin, 07 Juli 2008
Jumat, 04 Juli 2008
Kungfu Shaolin
Salah satu aliran kungfu kuno yang memberikan sumbangan tehniknya pada Thifan Pokhan adalah Kungfu Biara shaolin yang terkenal.
Didirikan oleh pendeta buddhis india, batou, pada tahun 495 M, di bawah perlindungan kaisar Xiao Wen DI dari dinasti Wei utara. Pada tahun 527 M, budhidarma, seorang pangeran india yang meninggalkan kehidupan mewahnya untuk menjadi pendeta buddha, tida disana untuk mengajarkan buddhisme. Ketika ia menemukan para pendeta terlalu lemah untuk mempraktikkan meditasi, jalan utama untuk pencerahan, ia mengajarkan mereka serangkaian latihan luar yang dikenal sebagai Delapa Belas Tangan Lohan, dan satu sisatem l;atihan dalam yang dikenal sebagai kitab Metamorfosa otot.Shaolin bukanlah biara biasa adalah biasa bagi kaisar cina sepanjang sejarah untuk berdoa kepada surga setahun sekali untuk kedamaian dan kemakmuran rakyat, dan mereka melaqkukan upacara di salah satu gunung suci cina. Gunung song tempat biara shaolin terletak adalah gunung suci pusat. Oleh karena itu, shaolin sering dikunjungi oleh kaisar-kaisar dan jenderal-jemnderal besar. Beberapa jenderal pensiun ke biara untuk mencari pencerahan spiritual. Merekla adalah ahli beladiri dan ketika mereka melihat para bhiksu berlatih Delapa Tangan Lohan, mereka mengembangkan gerakan fisik menjadi kung fu, yang kemudia dikenal sebagai kung fu Lhan Shaolin. Mereka juga mengembangkan Metamoforsa Otot menjadi chi kung shaolinAda beberapa jenis kung fu shaolin, masing-masing dengan ciri khusus yang sesuai bagi orang yang berbeda dan kebutuhan berbeda. Namun, bentuk dasarnya adalah kungfu lohan, yang merupakan gaya bagus untuk pengikut yang kuat dan besar karena ini menggunakan keuntungan ukuran dan kekuatan. Chi kung shaolin juga dikembangkan menjadi berbagai jenis, tetapik metamorfosa otot tetap merupakan pendekatan dasar untuk latahian tenaga dalam kungfu shaolin.Kondisi di biara shaolin sangat ideal untuk latihan kung fu. Lingkungannya ada di daerah paling indah di china dan para bhiksunya tidak terganggu masalah duniawi. Kungfu tidak hanya dipraktekkan sebagai sistem pertarungan, tetapi dipelajari dan diteliti sebagai seni oleh murid yang cerdas dan disilpin yang memiliki banyak waktu dan juga oleh beberapa master terbaik dalam kerajan yang mengajarinya. Pencapaiannya kumulatif, dengan setiap generasi master menambahkan teknik dan keterampilan baru pada suatu kumpulan gerakan yang terus berkembang. Tidak heran bahwa biara itu menjadi pusat utama untuk latihan kungfu.Kungfu shaolin pada mulanyua hanya diajarkan kepada para bhiksu tetapi kemudian murid awam juga diterima. Setelah lulus murid awam ini dan juga beberapa bhiksu menyebarkan ke berbagai bagian negara untuk mengajarkan seni ini. Kemudian pepatah ‘kung fu shaolin adalah terbaik di dunia’ diterima luas. Di kemudian hari, kungfu dhaolin dibagi menjadi shaolin utara dan shaolin selatanVolume seni shaolin meluas sangat banyak sehingga tak seorang pun fdapat menpelajari selama hidupnya dan spesialisasi pun di mulai. Berbagai keterampilan secara tradisonal dikenal dengan 72 seni shaolin. Seni ini luas dan menyeluruh untuk kesehatan, perkembangan pribadi dan pencerahanb dan beragam untuk menyewsuaikan pada kebutuhan berbeda bagi orang muda, setengah baya dan tua. Oleh karena banyaknya seni yang ditambahkan selama bertahun-tahun, jumlah ini sebenarnya lebih dari 72. untuk menpertahankan tradisi, ada perubahan kecil pada periode berbeda terhadap seni itu yang melebihi 72, namun seni utamanya tetap sama. Beberapa contoh di antaranya tangan besi, fondasi bungan persik, seni meringankan tubuh, metode pemurnian hati dan berbagai teknik untuk meningkatkan organ indra yang berbeda. Tujuh pulu dua seni shaolin karenanya lebih dari sekedar sistem pertarungan.Dinasti Qing menyaksikan pertumbuhan banyak gaya dari kungfu shaolin selatan. Selain biara shaolin utara di provinsi Henan, biara shaolin lain di bangun di distrik Quanzhou di provinsi Fujian selama dinasti Ming (1368-1644). Kungfu yang diajarkan di sini disebut sebagai kungfu shaolin selatan, untuk menbedakannya dari kungfu shaolin utara dari biara Henan. Kung fu shaolin selatan dicirikan oleh kudfa-kuda yang solid, lengan yang kuat dan teknik tangan yang luas, berlawanan dengan lompatan indah, gerakan dan serangan tendagan yang bervariasi dari kungfu shaolin utara.Biara quanzhou menjadi pusat bagi kaum revolusioner selama dinasti qing. Menurut legenda, kaisar qing Yong Zhen saendiri menyusup ke biara sebagai bhiksu untuk menpelajari kungfu shaolin. Ia kemudian mengirimkan tentara, dibantu olehj lama tibet yang merupakan ahli beladiri untuk menghancurkannya. Oleh karena itu, ketika tibet diserrang oleh tentara komunis dan lama tibet melarikan diri ke bagian lain dunia. Beberapa orang menganggapnya sebagai balasan karma. Di sisi positif, seperti master shaolin yang melarikan diri untuk menyebarkan ajaran shaolin kemana-mana, lama tibet melarikan diri kebagian dunian lain untuk menyebarkan buddhisme vajrayana.Salah satu bhiksu shaolin yang melarikan diri mengubah namanya menjadi jiang nan untuk menghidari kejaran tentara. Setelah 50 tahun berkelana, dengan satu tujuan untuk menemukan pewaris yang cocok, ia mencapai thailand selatan disana ia bertemu dengan master kungfu fengyang yang terkenal dengan pukulan mata funik dan mencari nafkah sebagai seniman yang menpertunjukan kung fu. Bhiksau shaolin tua ini menonton pertunjukkannya setiap malam. Kemudia, suatu malam setelah kerumunan bubar, ia berkata kepada yang fang kun, ‘anak muda, kau telah mendapatkan banyak tepuk tangan untuk pertunjukkanmu, tapi kungfumu hanya seni tangan untuk pertunjukanmu, bukan kungfu asli.’Sebelum yang fang kun dapat mengatakan apa pun, yang mulia jiang nan melanjutkan, ‘jangan dengarkan kata-kataku. Ujian kungfu adalah pertarungan. Mari cari tempat yang cocok dan kita melakukan pertandingan persahabatan untuk menguji apakah kungfumu hanya seni pertunjukan atau kungfu asli.’Pada pertarungan berikutnya, yang mulia jiang nan, yang sudah berusia 80 tahun mengatasi yang fa kun yang berusia 20 tahun seperti anak kecil. Ketika yang memohon kepada bhiksu itu untuk menerimanya sebagai murid, master shaolin tua itu meminta satu syarat. ‘tinggallah bersamaku di puncak gunung dan mulai latihan dari awal.’Lima puluh tahun kemudian, yan fa kun mengajarkan seni shaolin pada ho fatt nam yang mempraktikkan tinju siam, silat melayu dan tujuh gaya kungfu, dan mencari nafkah sebagai petarung tinju siam. Yang fa kun juga meminta satu syarat ‘kau harus mulai dari awal,’ katanya kepada ho fatt nam.Di selatan cina, lima gaya shaolin selatan utama dinamakan sesuai keluarga para master. Menggunakan nama ini bukannya istillah ‘shaolin’ adalah salah satu cara menghindari perhatian tentara qing. Lima gaya utama adalah Hongjiaquan (kungfu keluarga hong), liujiaquan (kungfu keluarga liu), caijiaquan (kungfu keluarha cai, lijiaquan (kungfu keluarga li) dan mojiaquan (kungfu keluarga mo).Dari kelima gaya ini, hojiaquan adalah yang paling terkenal. Ini sering disingkat menjadi hongquan, yang diucapkan sama dengan hongquan dari kung fu shaolin utara. Hongjiaquan dinamakan sesuai master shaolin, hong xi guan dan sangat terkenal dengan kuda-kudanya yang solid dan pukulannya yang kuatLiujiaquan yang dinaman menurut liu san yan terkenal untuk teknik tongkatnya. Caijiaquan dinamakan menurut cai vbai da dan terkenal untuk teknik tendangan. Lijiaquan dinamakan menurut li you san dan terkenal dengan poukulan mata funik. Mojiaquan dinamakan menurut mo qing jiao, juga terkenal untuk tendangannyaBeberapa master shaolin menkhususkan pada jurus tertentu yang diambil dari gerakan dan sifat hewan, seperti kekuatan macan dan keanggunan bangau jadi selain menamai sesuai nama master, beberapa dinamai sesuai dengan jurus utamannya, seperti lungxingquan atau kungfu gaya naga, heihuquan atau kung fu macan hitam dan paihequan atau kungfu bangau putih.Banyak gaya yang muncul dari ‘induk’ kungfu shaolin yang paling awal mungkin gaya taiju, dikenal dalam bahasa tiongkok sebagai taiju changquan (gaya kepalan panjang) dari kaisar song. Istilah panjang merujuk pada gerakan bersambungan dalam gerakan jurus mereka yang menyerupai aliran terus menerus dari sungai panjang, nama yang diberikan orang tionghoa untuk yangtze kiang. Oleh karena itu dalam pertunjukkan kungfu shaolin utara, gerakan individual tidak ditampilkanh secara terputus tetapi dalam gerakan mengalir dari 10-20 gerak yang ditampilkanm tanpa henti seperti satu gelombang panjang, dikuti gelombang lain dari 10-20 gerak. Satu jurus dari 60 gerak, misalnya ditampilkan dengan hanya empat atau lima perhentian pendek, seolah-olah memuat empat atau lima gerak panjang bersambungan. Gaya taiju ditemukan pada abad ke-10 oleh Zhao Kuang Yin, kaisar pendiri dinasti song, yang sangat berutang budi atas pembangunan kekaisaran pada kungfu shaolin.Kemudian, istilah changquan atau kepalan panjang mulai digunakan untuk gaya kungfu lain di mana ada gerakan merentang cepat, bertenaga dan lompatan indah serta teknik menendang; semua itu dilaksanakan seperti gelombang yang bersambungan. Semua gaya changquan diambil langsung dari shaolin utara atau sangat dipengaruhi olehnya. Gaya utama dari changquan saat ini adalah chaquan, huaquan (kungfu bunga), huaquan (kungfu inti), hongquan dan baoquan.CHAQUAN, ATAU KUNGFU CHA, DIKEMBANGKAN OLEH JAMIL, SEORANG MUSLIM TIONGHOA YANG TINGGAL PADA DINASTI MING AKHIR. Istilah ini diambil dari namanya; dalam bahasa tionghoa jamil diucapkan ‘cha-ni-l. CHAQUAN KADANG-KADANG DIKENAL SEBAGAI KUNGFU MUSLIM. Karena ia sangat populer di antar masyarakat muslim di cina barat laut.Hongquan atau kungfu hong terkenal di propinsi shanxi dan shicuan. Ini didirikan oleh bhiksu shaolin terkenal jue yuan dari dinasti yuan, dan dinamai menurut dua jurus dasar hong kecil dan hong besar. Ini adalah gaya populer dari kungfu shaolin utara.Dalam bahasa tionghoa, kata hong, yang berarti ‘merah’ diucapkan sama seperti dengan kata lain yang berarti ‘besar’ yang merupakan nama keluarga yang sangat umum. Salah satu master shaolin selatan adalah hong xi guan yang hidup pada masa dinasti qing, dan ada gaya terkenal dari kungfu shaolin selatan yang dinamakan menurut namanya yang juga disebut hoongquan. Meskipun dua kata itu ditulis terpisah dalam huruf tionghoa, keduanya sama apabila ditulis dalam huruf latin, jadi kita perlu memastikan gaya hongquan yang mana dimaksudkan.Baoquan atau kungfu meriam adalah gaya sangat konu. Dokumen menunjukkan bahwa bhiksu shaolin terkenal, yuan zhong, menpertunjukkan baoquan dihadapan kaisar pertama tang selama perlantikannya sebagai jendral. Ini disebut baoquan karena terkenal akan kecepatan dan tenaganya. Ada 12 teknik dasar dalam gaya ini, dikenal sebagai 12 meriam.Huaquan atau kungfu bunga, ditemukan oleh master shaolin, gan feng chi pada dinasti qing, diskusi umun tentang kungfu bunga, prototip gaya ini yang di tulis oleh sang master sendiri, masih ada dan telah dicetak ulang. Gaya kungfu ini menekankan teknik cepat dan pendek. Serangan balik pada lawan dengan gerakan membingunkan. Ini berguna bagi lawan kecil yang berhadapan dengan lawan yang lebih besar. Ini menekankan urutan pertempuran pendek untuk pertarungan praktis ketimbang jurus yang lengkap dan panjang untuk demontrasi.Ejaan latin hua, yang berarti bunga, diucapkan pada nada pertama. Ada gaya kungfu lain yang diejakan huaquan, tetapi dengan hua yang berarti ‘kecantikan’ atau ‘inti’ yang diucapkan pada nada kedua. Tidak ada kesulitan antara kedua gaya ini dalam bahasa tionghoa karena baik bentuk tertulis atau ucapanannya berbeda; tetapi masalah muncul apabila kedua gaya itu ditulis dalam ejaan latin karena tidak ada bedanya.Huaquan yang berarti kung fu inti menggabungkan jing, chi dan shen, tiga ciri utama kungfu, dalam satu kesatuan. Jing adalah tenaga dalam, chi adalah enmergi intrinsik dan shen adalah kekuatan pikiran. Filosofi dasar dari huaquan berada pada prinsip empat serangan, delapan metoda dan dua belas jurus.Empat serangan adalah memukul, menendang, menjatuhkan dan mengcekeram. Delapan metoda adalah tangan, mata, tubuh, gerak kaki, kekuatan fisik, tenaga dalam, energi intrinsik dan kekuatan pikiran. Dua belas bentuk adalah bergerak seperti gelombang, diam seperti gunung, naik seperti kera, merunduk sep[erti layang-layang, berdiri seperti ayam jantan, stabil seperti pohon cemara, berputar seperti roda, merentang seperti busur, ringan seperti daun, berat seperti besi, tajam seperti elat dan cepat seperti angin.
Salah satu aliran kungfu kuno yang memberikan sumbangan tehniknya pada Thifan Pokhan adalah Kungfu Biara shaolin yang terkenal.
Didirikan oleh pendeta buddhis india, batou, pada tahun 495 M, di bawah perlindungan kaisar Xiao Wen DI dari dinasti Wei utara. Pada tahun 527 M, budhidarma, seorang pangeran india yang meninggalkan kehidupan mewahnya untuk menjadi pendeta buddha, tida disana untuk mengajarkan buddhisme. Ketika ia menemukan para pendeta terlalu lemah untuk mempraktikkan meditasi, jalan utama untuk pencerahan, ia mengajarkan mereka serangkaian latihan luar yang dikenal sebagai Delapa Belas Tangan Lohan, dan satu sisatem l;atihan dalam yang dikenal sebagai kitab Metamorfosa otot.Shaolin bukanlah biara biasa adalah biasa bagi kaisar cina sepanjang sejarah untuk berdoa kepada surga setahun sekali untuk kedamaian dan kemakmuran rakyat, dan mereka melaqkukan upacara di salah satu gunung suci cina. Gunung song tempat biara shaolin terletak adalah gunung suci pusat. Oleh karena itu, shaolin sering dikunjungi oleh kaisar-kaisar dan jenderal-jemnderal besar. Beberapa jenderal pensiun ke biara untuk mencari pencerahan spiritual. Merekla adalah ahli beladiri dan ketika mereka melihat para bhiksu berlatih Delapa Tangan Lohan, mereka mengembangkan gerakan fisik menjadi kung fu, yang kemudia dikenal sebagai kung fu Lhan Shaolin. Mereka juga mengembangkan Metamoforsa Otot menjadi chi kung shaolinAda beberapa jenis kung fu shaolin, masing-masing dengan ciri khusus yang sesuai bagi orang yang berbeda dan kebutuhan berbeda. Namun, bentuk dasarnya adalah kungfu lohan, yang merupakan gaya bagus untuk pengikut yang kuat dan besar karena ini menggunakan keuntungan ukuran dan kekuatan. Chi kung shaolin juga dikembangkan menjadi berbagai jenis, tetapik metamorfosa otot tetap merupakan pendekatan dasar untuk latahian tenaga dalam kungfu shaolin.Kondisi di biara shaolin sangat ideal untuk latihan kung fu. Lingkungannya ada di daerah paling indah di china dan para bhiksunya tidak terganggu masalah duniawi. Kungfu tidak hanya dipraktekkan sebagai sistem pertarungan, tetapi dipelajari dan diteliti sebagai seni oleh murid yang cerdas dan disilpin yang memiliki banyak waktu dan juga oleh beberapa master terbaik dalam kerajan yang mengajarinya. Pencapaiannya kumulatif, dengan setiap generasi master menambahkan teknik dan keterampilan baru pada suatu kumpulan gerakan yang terus berkembang. Tidak heran bahwa biara itu menjadi pusat utama untuk latihan kungfu.Kungfu shaolin pada mulanyua hanya diajarkan kepada para bhiksu tetapi kemudian murid awam juga diterima. Setelah lulus murid awam ini dan juga beberapa bhiksu menyebarkan ke berbagai bagian negara untuk mengajarkan seni ini. Kemudian pepatah ‘kung fu shaolin adalah terbaik di dunia’ diterima luas. Di kemudian hari, kungfu dhaolin dibagi menjadi shaolin utara dan shaolin selatanVolume seni shaolin meluas sangat banyak sehingga tak seorang pun fdapat menpelajari selama hidupnya dan spesialisasi pun di mulai. Berbagai keterampilan secara tradisonal dikenal dengan 72 seni shaolin. Seni ini luas dan menyeluruh untuk kesehatan, perkembangan pribadi dan pencerahanb dan beragam untuk menyewsuaikan pada kebutuhan berbeda bagi orang muda, setengah baya dan tua. Oleh karena banyaknya seni yang ditambahkan selama bertahun-tahun, jumlah ini sebenarnya lebih dari 72. untuk menpertahankan tradisi, ada perubahan kecil pada periode berbeda terhadap seni itu yang melebihi 72, namun seni utamanya tetap sama. Beberapa contoh di antaranya tangan besi, fondasi bungan persik, seni meringankan tubuh, metode pemurnian hati dan berbagai teknik untuk meningkatkan organ indra yang berbeda. Tujuh pulu dua seni shaolin karenanya lebih dari sekedar sistem pertarungan.Dinasti Qing menyaksikan pertumbuhan banyak gaya dari kungfu shaolin selatan. Selain biara shaolin utara di provinsi Henan, biara shaolin lain di bangun di distrik Quanzhou di provinsi Fujian selama dinasti Ming (1368-1644). Kungfu yang diajarkan di sini disebut sebagai kungfu shaolin selatan, untuk menbedakannya dari kungfu shaolin utara dari biara Henan. Kung fu shaolin selatan dicirikan oleh kudfa-kuda yang solid, lengan yang kuat dan teknik tangan yang luas, berlawanan dengan lompatan indah, gerakan dan serangan tendagan yang bervariasi dari kungfu shaolin utara.Biara quanzhou menjadi pusat bagi kaum revolusioner selama dinasti qing. Menurut legenda, kaisar qing Yong Zhen saendiri menyusup ke biara sebagai bhiksu untuk menpelajari kungfu shaolin. Ia kemudian mengirimkan tentara, dibantu olehj lama tibet yang merupakan ahli beladiri untuk menghancurkannya. Oleh karena itu, ketika tibet diserrang oleh tentara komunis dan lama tibet melarikan diri ke bagian lain dunia. Beberapa orang menganggapnya sebagai balasan karma. Di sisi positif, seperti master shaolin yang melarikan diri untuk menyebarkan ajaran shaolin kemana-mana, lama tibet melarikan diri kebagian dunian lain untuk menyebarkan buddhisme vajrayana.Salah satu bhiksu shaolin yang melarikan diri mengubah namanya menjadi jiang nan untuk menghidari kejaran tentara. Setelah 50 tahun berkelana, dengan satu tujuan untuk menemukan pewaris yang cocok, ia mencapai thailand selatan disana ia bertemu dengan master kungfu fengyang yang terkenal dengan pukulan mata funik dan mencari nafkah sebagai seniman yang menpertunjukan kung fu. Bhiksau shaolin tua ini menonton pertunjukkannya setiap malam. Kemudia, suatu malam setelah kerumunan bubar, ia berkata kepada yang fang kun, ‘anak muda, kau telah mendapatkan banyak tepuk tangan untuk pertunjukkanmu, tapi kungfumu hanya seni tangan untuk pertunjukanmu, bukan kungfu asli.’Sebelum yang fang kun dapat mengatakan apa pun, yang mulia jiang nan melanjutkan, ‘jangan dengarkan kata-kataku. Ujian kungfu adalah pertarungan. Mari cari tempat yang cocok dan kita melakukan pertandingan persahabatan untuk menguji apakah kungfumu hanya seni pertunjukan atau kungfu asli.’Pada pertarungan berikutnya, yang mulia jiang nan, yang sudah berusia 80 tahun mengatasi yang fa kun yang berusia 20 tahun seperti anak kecil. Ketika yang memohon kepada bhiksu itu untuk menerimanya sebagai murid, master shaolin tua itu meminta satu syarat. ‘tinggallah bersamaku di puncak gunung dan mulai latihan dari awal.’Lima puluh tahun kemudian, yan fa kun mengajarkan seni shaolin pada ho fatt nam yang mempraktikkan tinju siam, silat melayu dan tujuh gaya kungfu, dan mencari nafkah sebagai petarung tinju siam. Yang fa kun juga meminta satu syarat ‘kau harus mulai dari awal,’ katanya kepada ho fatt nam.Di selatan cina, lima gaya shaolin selatan utama dinamakan sesuai keluarga para master. Menggunakan nama ini bukannya istillah ‘shaolin’ adalah salah satu cara menghindari perhatian tentara qing. Lima gaya utama adalah Hongjiaquan (kungfu keluarga hong), liujiaquan (kungfu keluarga liu), caijiaquan (kungfu keluarha cai, lijiaquan (kungfu keluarga li) dan mojiaquan (kungfu keluarga mo).Dari kelima gaya ini, hojiaquan adalah yang paling terkenal. Ini sering disingkat menjadi hongquan, yang diucapkan sama dengan hongquan dari kung fu shaolin utara. Hongjiaquan dinamakan sesuai master shaolin, hong xi guan dan sangat terkenal dengan kuda-kudanya yang solid dan pukulannya yang kuatLiujiaquan yang dinaman menurut liu san yan terkenal untuk teknik tongkatnya. Caijiaquan dinamakan menurut cai vbai da dan terkenal untuk teknik tendangan. Lijiaquan dinamakan menurut li you san dan terkenal dengan poukulan mata funik. Mojiaquan dinamakan menurut mo qing jiao, juga terkenal untuk tendangannyaBeberapa master shaolin menkhususkan pada jurus tertentu yang diambil dari gerakan dan sifat hewan, seperti kekuatan macan dan keanggunan bangau jadi selain menamai sesuai nama master, beberapa dinamai sesuai dengan jurus utamannya, seperti lungxingquan atau kungfu gaya naga, heihuquan atau kung fu macan hitam dan paihequan atau kungfu bangau putih.Banyak gaya yang muncul dari ‘induk’ kungfu shaolin yang paling awal mungkin gaya taiju, dikenal dalam bahasa tiongkok sebagai taiju changquan (gaya kepalan panjang) dari kaisar song. Istilah panjang merujuk pada gerakan bersambungan dalam gerakan jurus mereka yang menyerupai aliran terus menerus dari sungai panjang, nama yang diberikan orang tionghoa untuk yangtze kiang. Oleh karena itu dalam pertunjukkan kungfu shaolin utara, gerakan individual tidak ditampilkanh secara terputus tetapi dalam gerakan mengalir dari 10-20 gerak yang ditampilkanm tanpa henti seperti satu gelombang panjang, dikuti gelombang lain dari 10-20 gerak. Satu jurus dari 60 gerak, misalnya ditampilkan dengan hanya empat atau lima perhentian pendek, seolah-olah memuat empat atau lima gerak panjang bersambungan. Gaya taiju ditemukan pada abad ke-10 oleh Zhao Kuang Yin, kaisar pendiri dinasti song, yang sangat berutang budi atas pembangunan kekaisaran pada kungfu shaolin.Kemudian, istilah changquan atau kepalan panjang mulai digunakan untuk gaya kungfu lain di mana ada gerakan merentang cepat, bertenaga dan lompatan indah serta teknik menendang; semua itu dilaksanakan seperti gelombang yang bersambungan. Semua gaya changquan diambil langsung dari shaolin utara atau sangat dipengaruhi olehnya. Gaya utama dari changquan saat ini adalah chaquan, huaquan (kungfu bunga), huaquan (kungfu inti), hongquan dan baoquan.CHAQUAN, ATAU KUNGFU CHA, DIKEMBANGKAN OLEH JAMIL, SEORANG MUSLIM TIONGHOA YANG TINGGAL PADA DINASTI MING AKHIR. Istilah ini diambil dari namanya; dalam bahasa tionghoa jamil diucapkan ‘cha-ni-l. CHAQUAN KADANG-KADANG DIKENAL SEBAGAI KUNGFU MUSLIM. Karena ia sangat populer di antar masyarakat muslim di cina barat laut.Hongquan atau kungfu hong terkenal di propinsi shanxi dan shicuan. Ini didirikan oleh bhiksu shaolin terkenal jue yuan dari dinasti yuan, dan dinamai menurut dua jurus dasar hong kecil dan hong besar. Ini adalah gaya populer dari kungfu shaolin utara.Dalam bahasa tionghoa, kata hong, yang berarti ‘merah’ diucapkan sama seperti dengan kata lain yang berarti ‘besar’ yang merupakan nama keluarga yang sangat umum. Salah satu master shaolin selatan adalah hong xi guan yang hidup pada masa dinasti qing, dan ada gaya terkenal dari kungfu shaolin selatan yang dinamakan menurut namanya yang juga disebut hoongquan. Meskipun dua kata itu ditulis terpisah dalam huruf tionghoa, keduanya sama apabila ditulis dalam huruf latin, jadi kita perlu memastikan gaya hongquan yang mana dimaksudkan.Baoquan atau kungfu meriam adalah gaya sangat konu. Dokumen menunjukkan bahwa bhiksu shaolin terkenal, yuan zhong, menpertunjukkan baoquan dihadapan kaisar pertama tang selama perlantikannya sebagai jendral. Ini disebut baoquan karena terkenal akan kecepatan dan tenaganya. Ada 12 teknik dasar dalam gaya ini, dikenal sebagai 12 meriam.Huaquan atau kungfu bunga, ditemukan oleh master shaolin, gan feng chi pada dinasti qing, diskusi umun tentang kungfu bunga, prototip gaya ini yang di tulis oleh sang master sendiri, masih ada dan telah dicetak ulang. Gaya kungfu ini menekankan teknik cepat dan pendek. Serangan balik pada lawan dengan gerakan membingunkan. Ini berguna bagi lawan kecil yang berhadapan dengan lawan yang lebih besar. Ini menekankan urutan pertempuran pendek untuk pertarungan praktis ketimbang jurus yang lengkap dan panjang untuk demontrasi.Ejaan latin hua, yang berarti bunga, diucapkan pada nada pertama. Ada gaya kungfu lain yang diejakan huaquan, tetapi dengan hua yang berarti ‘kecantikan’ atau ‘inti’ yang diucapkan pada nada kedua. Tidak ada kesulitan antara kedua gaya ini dalam bahasa tionghoa karena baik bentuk tertulis atau ucapanannya berbeda; tetapi masalah muncul apabila kedua gaya itu ditulis dalam ejaan latin karena tidak ada bedanya.Huaquan yang berarti kung fu inti menggabungkan jing, chi dan shen, tiga ciri utama kungfu, dalam satu kesatuan. Jing adalah tenaga dalam, chi adalah enmergi intrinsik dan shen adalah kekuatan pikiran. Filosofi dasar dari huaquan berada pada prinsip empat serangan, delapan metoda dan dua belas jurus.Empat serangan adalah memukul, menendang, menjatuhkan dan mengcekeram. Delapan metoda adalah tangan, mata, tubuh, gerak kaki, kekuatan fisik, tenaga dalam, energi intrinsik dan kekuatan pikiran. Dua belas bentuk adalah bergerak seperti gelombang, diam seperti gunung, naik seperti kera, merunduk sep[erti layang-layang, berdiri seperti ayam jantan, stabil seperti pohon cemara, berputar seperti roda, merentang seperti busur, ringan seperti daun, berat seperti besi, tajam seperti elat dan cepat seperti angin.
Kungfu Dan Peran China Muslim
Walaupun ada yang membenarkan bahwa ilmu bela diri Kung Fu berasal dari orang cina-muslim. Sekiranya kurang tepat kalau dikatakan bahwa KUNGFU (walaupun secara umum) adalah beladiri yang khususnya muslim. Sebab sejarah kungfu di cina sudah demikian panjang dan lama. Kalau Shaolin mau dijadikan patokan, itu sudah sekitar 2000-an tahun lalu, jadi jelas sebelum jaman Rasulullaah SAW.
Istilah KUNGFU sebenarnya dipopulerkan oleh Bruce Lee, yg mempunyai arti asal: "keahlian yg diperoleh sebagai hasil tempaan yg terus menerus". Beladiri secara umum lebih cocok digunakan istilah WUSHU (yg sekarang menjadi istilah resmi KungFu di dunia).
Beladiri sebagai kegiatan pertahanan diri tentu saja usianya mungkin sudah setua jaman anaknya Nabi Adam AS (perkelahian Habil-Qabil). Teknik2 yg kemudian berkembang dan disistemasi menjadi pengetahuan dan ketrampilan khusus tentu juga tidak hanya berkembang di satu wilayah. Satu hal yg amat berperan adalah kondisi wilayah sekitar, hal inilah yg sering mencirikan satu teknik dibanding yg lainnya.
Ummat muslim di cina sudah ada sejak jaman Khulafaur Rasyidin. Dalam sejarah cina mereka dikenal sebagai komunitas yg tertib, rajin, cerdas (dalam bidang ilmu pengetahuan), dan mahir berperang. Kalau shaolin terkenal sebagai pusatnya beladiri perorangan, maka komunitas muslim adalah kiblatnya beladiri untuk peperangan besar.
Di jaman dinasti Ming (satu dinasti sebelum dinasti Qing, kaisar-kaisar Qing berkebangsaan manchu, bukan cina-han, dinasti terakhir di cina), banyak dari jendral2 besarnya adalah muslim, termasuk yg bersama para Wali Songo (sebagian besar Cina) menyebar Islam ke Jawa dan kemudian menumbangkan Majapahit yang hindu. Pendiri kerajaan Pajang, Sunan Trenggono atau Tung Ka Lo dan Sunan Demak atau Raden Fatah Jin Bun, merupakan dua contoh dari sekian banyak jenderal cina-muslim yang bersumbangsih demi ukhuwah islamyah. Kemampuan dan strategi berperang mereka yg brilian diakui oleh dinasti Ming maupun bangsa portugis dan komunitas muslim di Jawa saat itu sangat dihormati dan disegani.
Namun pada saat dinasti Ming runtuh, dan dinasti Qing yang manchu naik (abad ke-17), maka mulailah masa2 suram komunitas muslim di Cina. Dua kekuatan utama yg dihancurkan oleh Dinasti Ming adalah: Shaolin (utara dan akhirnya juga yg selatan) dan komunitas muslim. Keduanya memiliki kesamaan: sebagai komunitas yg teratur dan sama2 ahli beladiri/peperangan.
Masjid2 dihancurkan sebagaimana juga dua kuil utama shaolin. Para aktifis dan jago2 beladirinya dikejar ditangkapi dan disiksa. Sebagian besar mereka menyebar secara underground dan mengembangkan ketrampilan beladirinya tidak memakai nama2 shaolin atau nama2 muslim, melainkan menggunakan nama2 keluarga. Muslim waktu itu ditangkapi dan dikepalanyadiberi cap (seperti cap utk sapi) yg berbunyi: "pecundang"...
Sampai saat ini, baik style shaolin maupun style kungfu komunitas muslim masih terjaga rapi. Beladiri kungfu komunitas muslim ini lebih banyak berupa jangkauannya panjang karena berkembang di wilayah Cina yang lebih ke utara. Senjata2 yg menjadi ciri khas mereka juga banyak berupa senjata2 panjang utk pertempuran (misalnya tombak/toya). Satu aliran/style kungfu muslim yg disegani adalah: TAN TUI.
Ketika pada tahun 1990 Komite Wushu Nasional Cina menetapkan 7 nomor pertandingan wushu utk penyeragaman dari sekian banyak aliran/style yg ada, maka kungfu muslim sangat berpengaruh di minimal dua nomor: Chang Quan (tangan kosong aliran panjang) dan Tombak (spearplay). Jurus2 mereka diadopsi di dua nomor ini dengan cukup dominan.
Semoga ada manfaatnya, fakta sejarah tersebut yg diselewengkan dan disembunyikan sejak zaman VOC sampai Orde Baru, akhirnya tentulah akan sia-sia, politik SARA yang mereka pakai untuk berkuasa terus.
Iwan Subali
Walaupun ada yang membenarkan bahwa ilmu bela diri Kung Fu berasal dari orang cina-muslim. Sekiranya kurang tepat kalau dikatakan bahwa KUNGFU (walaupun secara umum) adalah beladiri yang khususnya muslim. Sebab sejarah kungfu di cina sudah demikian panjang dan lama. Kalau Shaolin mau dijadikan patokan, itu sudah sekitar 2000-an tahun lalu, jadi jelas sebelum jaman Rasulullaah SAW.
Istilah KUNGFU sebenarnya dipopulerkan oleh Bruce Lee, yg mempunyai arti asal: "keahlian yg diperoleh sebagai hasil tempaan yg terus menerus". Beladiri secara umum lebih cocok digunakan istilah WUSHU (yg sekarang menjadi istilah resmi KungFu di dunia).
Beladiri sebagai kegiatan pertahanan diri tentu saja usianya mungkin sudah setua jaman anaknya Nabi Adam AS (perkelahian Habil-Qabil). Teknik2 yg kemudian berkembang dan disistemasi menjadi pengetahuan dan ketrampilan khusus tentu juga tidak hanya berkembang di satu wilayah. Satu hal yg amat berperan adalah kondisi wilayah sekitar, hal inilah yg sering mencirikan satu teknik dibanding yg lainnya.
Ummat muslim di cina sudah ada sejak jaman Khulafaur Rasyidin. Dalam sejarah cina mereka dikenal sebagai komunitas yg tertib, rajin, cerdas (dalam bidang ilmu pengetahuan), dan mahir berperang. Kalau shaolin terkenal sebagai pusatnya beladiri perorangan, maka komunitas muslim adalah kiblatnya beladiri untuk peperangan besar.
Di jaman dinasti Ming (satu dinasti sebelum dinasti Qing, kaisar-kaisar Qing berkebangsaan manchu, bukan cina-han, dinasti terakhir di cina), banyak dari jendral2 besarnya adalah muslim, termasuk yg bersama para Wali Songo (sebagian besar Cina) menyebar Islam ke Jawa dan kemudian menumbangkan Majapahit yang hindu. Pendiri kerajaan Pajang, Sunan Trenggono atau Tung Ka Lo dan Sunan Demak atau Raden Fatah Jin Bun, merupakan dua contoh dari sekian banyak jenderal cina-muslim yang bersumbangsih demi ukhuwah islamyah. Kemampuan dan strategi berperang mereka yg brilian diakui oleh dinasti Ming maupun bangsa portugis dan komunitas muslim di Jawa saat itu sangat dihormati dan disegani.
Namun pada saat dinasti Ming runtuh, dan dinasti Qing yang manchu naik (abad ke-17), maka mulailah masa2 suram komunitas muslim di Cina. Dua kekuatan utama yg dihancurkan oleh Dinasti Ming adalah: Shaolin (utara dan akhirnya juga yg selatan) dan komunitas muslim. Keduanya memiliki kesamaan: sebagai komunitas yg teratur dan sama2 ahli beladiri/peperangan.
Masjid2 dihancurkan sebagaimana juga dua kuil utama shaolin. Para aktifis dan jago2 beladirinya dikejar ditangkapi dan disiksa. Sebagian besar mereka menyebar secara underground dan mengembangkan ketrampilan beladirinya tidak memakai nama2 shaolin atau nama2 muslim, melainkan menggunakan nama2 keluarga. Muslim waktu itu ditangkapi dan dikepalanyadiberi cap (seperti cap utk sapi) yg berbunyi: "pecundang"...
Sampai saat ini, baik style shaolin maupun style kungfu komunitas muslim masih terjaga rapi. Beladiri kungfu komunitas muslim ini lebih banyak berupa jangkauannya panjang karena berkembang di wilayah Cina yang lebih ke utara. Senjata2 yg menjadi ciri khas mereka juga banyak berupa senjata2 panjang utk pertempuran (misalnya tombak/toya). Satu aliran/style kungfu muslim yg disegani adalah: TAN TUI.
Ketika pada tahun 1990 Komite Wushu Nasional Cina menetapkan 7 nomor pertandingan wushu utk penyeragaman dari sekian banyak aliran/style yg ada, maka kungfu muslim sangat berpengaruh di minimal dua nomor: Chang Quan (tangan kosong aliran panjang) dan Tombak (spearplay). Jurus2 mereka diadopsi di dua nomor ini dengan cukup dominan.
Semoga ada manfaatnya, fakta sejarah tersebut yg diselewengkan dan disembunyikan sejak zaman VOC sampai Orde Baru, akhirnya tentulah akan sia-sia, politik SARA yang mereka pakai untuk berkuasa terus.
Iwan Subali
Selasa, 01 Juli 2008
BEBERAPA KUNGFU PERTARUNGAN YANG DI PAKAI MUSLIM DI CHINA
Bajiquan
Bajiquan ( " tinju delapan mata angin " ) pertama dipelajari dan dipraktekkan oleh Wu Zhong , muslim suku Hui dari desa Meng/ Ma di propinsi Hebei pada masa awal Dinasti Ching/ Manchu .Menurut cerita , Wu Zhong mempelajari dari seorang pendeta Taoist bernama Lai , dan murid nya Pi. Pada waktu itu dipercaya bahwa , Bajiquan dan Piguaquan ( pukulan/ telapak menggantung ) dipelajari dan dipraktekkan bersama-sama , atau boleh jadi merupakan satu kungfu . bagaimanapun , setelah kematian Wu Zhong , anak perempuan tertua sulung nya menikah dengan lelaki dari desa Luotong . Untuk beberapa sebab dia hanya mengajar Pigua didesa luotong , dan di desa Meng ia hanya mengajar Baji.
Kemudian setelah beberapa generasi, Kedua kungfu ini dipersatukan kembali oleh Li Shuwen ( 1864 AD-1934 M ) yang berjuluk " Dewa tombak " karena kemampuannya dengan tombak sangat terkemuka, Li Shuwen mempelajari Bajiquan dari Jin Diansheng di desa Meng , dan piguazhang dari Huang Sihai di Desa Luotong . Li Shuwen banyak mempunyai murid terkenal , seperti Huo Diange , murid pertama nya , pengawal Pu Yi , kaisar terakhir
China. Li Shuwen( dan murid- murid Li Shuwen's yang lain ) bukan orang muslim Hui . Murid terakhir Li shuwen adalah Liu Yunqiao ( 1909-1992 ) , belajar dengan li shuwen sepuluh tahun sebelum kematian Li shuwen . Liu sebelumnya sudah pandai tinju panjang dan Mizongquan ( tinju jalan yang hilang ) .
Pengawal Sun Yat-Sen , Chiang Kai-shek dan Mao Zedong ( tokoh- tokoh penting di
China semuanya murid grandmaster Liu . satu murid terkenal Liu di barat adalah Adam Hsu. Bajiquan kadang disebut sebagai kungfu internal ,lebih dekat/ mirip dengan taijiquan/ Tai chi daripada kungfu Shaolin
Ini adalah kungfu/ tehnik bertarung yang ringkas, sederhana dan mematikan , meliputi penekanan dan pemindahan berat tubuh dan tenaga ,yang merupakan metode khusus untuk membangkitkan energi/ tenaga yang besar.
Walaupun bajiquan tidak lagi eksklusif dipraktekkan oleh muslim Hui , disana masih banyak pendekar terkenal muslim Hui yang masih mempraktekkannya , Seperti Wu Lianzhi ( keturunan langsung keluarga Wu dari desa Meng ) , Ma Xianda , Ma Lingda , Ma Mingda , dan yang lain
Zhaquan
Zhaquan atau Chaquan ( Tinju panjang orang islam ) diciptakan oleh muslim bernama Zhamir yang datang dari Xinjiang /
Turkistantimur di masa dinasti Ming . Secara luas dipraktekkan diseluruh China , terutama sekali di provinsi Shandong dan Henan , Zhaquan meliputi gerakan lemah-gemulai dan luas , juga banyak gerakan akrobatik dan juga banyak tehnik senjata .
Gaya Shandong terbagi ke dalam tiga keluarga : Zhang , Yang , dan Li . Metode latihan Zhaquan meliputi 10 tehnik Tantui , 10 bentuk Zhaquan , dan banyak yang lain didalam latihannya ( tergantung alirannya ) .
Banyak muslim Hui yang menguasai kungfu ini, mulai dari zaman kuno , seperti Zheng He/ Cheng Ho , laksamana dinasti Ming, ataupun yang dari masa kini seperti , Wang Ziping , Ma Jinbiao , dan Zhang Wenguang ( Yang menciptakan versi modern wushu Changquan ) . Walaupun secara luas masih dipraktekkan oleh orang-orang muslim cina , namun sekarang populer juga dipelajari oleh orang non-Islam di cina .
Xinyiliuhequan
Xinyiliuhequan ( Tinju enam kehendak ) seni beladiri yang berkembang diantara orang- orang muslim Hui di provinsi Henan .Dianggap kungfu yang paling kuat dan paling fighting-oriented dalam beladiri cina , dan telah lama terbukti keefektipan nya dalam pertarungan , saat ini sangat sedikit orang yang benar-benar menguasainya ( karena sangat rahasia )
Xinyiliuhequan , Zhaquan dan Qishiquan ( Tinju tujuh sikap/ bentuk ) , disebut sebagai Jiaomenquan ( Kungfu/ Tinju islam ) artinya kungfu untuk melindungi penganut Islam islam di china .
Tehnik Xinyiliuhequan tidak banyak / lebih sederhana dibandingkan kungfu lain , meliputi sepuluh bentuk besar , empat bentuk , satu bentuk, dan seterusnya .
Kungfu ini mengedepankan taktik pertarungan jarak dekat , seperti hantaman bahu .
Kurang lebih dua abad kungfu ini masih terjaga dan sangat rahasia dan hanya dipelajari oleh sedikit orang muslim . Mulai awal abad inilah, orang non muslim cina mulai mempelajari kungfu ini, dan banyak pendekar- pendekar tangguh aliran ini dapat ditemui diantara muslim suku hui terutama di provinsi
Henan.
Pada masa sekarang , kungfu ini telah juga banyak di kuasai oleh non muslim cina, terutama di
Shanghaioleh Lu Songgao. Kungfu ini terbagi dua yaitu aliran Lushan dan aliran
Luoyang, Dua aliran ini sangat menjaga rahasianya dan jarang ditemui diluar komunitas non muslim
Bajiquan
Bajiquan ( " tinju delapan mata angin " ) pertama dipelajari dan dipraktekkan oleh Wu Zhong , muslim suku Hui dari desa Meng/ Ma di propinsi Hebei pada masa awal Dinasti Ching/ Manchu .Menurut cerita , Wu Zhong mempelajari dari seorang pendeta Taoist bernama Lai , dan murid nya Pi. Pada waktu itu dipercaya bahwa , Bajiquan dan Piguaquan ( pukulan/ telapak menggantung ) dipelajari dan dipraktekkan bersama-sama , atau boleh jadi merupakan satu kungfu . bagaimanapun , setelah kematian Wu Zhong , anak perempuan tertua sulung nya menikah dengan lelaki dari desa Luotong . Untuk beberapa sebab dia hanya mengajar Pigua didesa luotong , dan di desa Meng ia hanya mengajar Baji.
Kemudian setelah beberapa generasi, Kedua kungfu ini dipersatukan kembali oleh Li Shuwen ( 1864 AD-1934 M ) yang berjuluk " Dewa tombak " karena kemampuannya dengan tombak sangat terkemuka, Li Shuwen mempelajari Bajiquan dari Jin Diansheng di desa Meng , dan piguazhang dari Huang Sihai di Desa Luotong . Li Shuwen banyak mempunyai murid terkenal , seperti Huo Diange , murid pertama nya , pengawal Pu Yi , kaisar terakhir
China. Li Shuwen( dan murid- murid Li Shuwen's yang lain ) bukan orang muslim Hui . Murid terakhir Li shuwen adalah Liu Yunqiao ( 1909-1992 ) , belajar dengan li shuwen sepuluh tahun sebelum kematian Li shuwen . Liu sebelumnya sudah pandai tinju panjang dan Mizongquan ( tinju jalan yang hilang ) .
Pengawal Sun Yat-Sen , Chiang Kai-shek dan Mao Zedong ( tokoh- tokoh penting di
China semuanya murid grandmaster Liu . satu murid terkenal Liu di barat adalah Adam Hsu. Bajiquan kadang disebut sebagai kungfu internal ,lebih dekat/ mirip dengan taijiquan/ Tai chi daripada kungfu Shaolin
Ini adalah kungfu/ tehnik bertarung yang ringkas, sederhana dan mematikan , meliputi penekanan dan pemindahan berat tubuh dan tenaga ,yang merupakan metode khusus untuk membangkitkan energi/ tenaga yang besar.
Walaupun bajiquan tidak lagi eksklusif dipraktekkan oleh muslim Hui , disana masih banyak pendekar terkenal muslim Hui yang masih mempraktekkannya , Seperti Wu Lianzhi ( keturunan langsung keluarga Wu dari desa Meng ) , Ma Xianda , Ma Lingda , Ma Mingda , dan yang lain
Zhaquan
Zhaquan atau Chaquan ( Tinju panjang orang islam ) diciptakan oleh muslim bernama Zhamir yang datang dari Xinjiang /
Turkistantimur di masa dinasti Ming . Secara luas dipraktekkan diseluruh China , terutama sekali di provinsi Shandong dan Henan , Zhaquan meliputi gerakan lemah-gemulai dan luas , juga banyak gerakan akrobatik dan juga banyak tehnik senjata .
Gaya Shandong terbagi ke dalam tiga keluarga : Zhang , Yang , dan Li . Metode latihan Zhaquan meliputi 10 tehnik Tantui , 10 bentuk Zhaquan , dan banyak yang lain didalam latihannya ( tergantung alirannya ) .
Banyak muslim Hui yang menguasai kungfu ini, mulai dari zaman kuno , seperti Zheng He/ Cheng Ho , laksamana dinasti Ming, ataupun yang dari masa kini seperti , Wang Ziping , Ma Jinbiao , dan Zhang Wenguang ( Yang menciptakan versi modern wushu Changquan ) . Walaupun secara luas masih dipraktekkan oleh orang-orang muslim cina , namun sekarang populer juga dipelajari oleh orang non-Islam di cina .
Xinyiliuhequan
Xinyiliuhequan ( Tinju enam kehendak ) seni beladiri yang berkembang diantara orang- orang muslim Hui di provinsi Henan .Dianggap kungfu yang paling kuat dan paling fighting-oriented dalam beladiri cina , dan telah lama terbukti keefektipan nya dalam pertarungan , saat ini sangat sedikit orang yang benar-benar menguasainya ( karena sangat rahasia )
Xinyiliuhequan , Zhaquan dan Qishiquan ( Tinju tujuh sikap/ bentuk ) , disebut sebagai Jiaomenquan ( Kungfu/ Tinju islam ) artinya kungfu untuk melindungi penganut Islam islam di china .
Tehnik Xinyiliuhequan tidak banyak / lebih sederhana dibandingkan kungfu lain , meliputi sepuluh bentuk besar , empat bentuk , satu bentuk, dan seterusnya .
Kungfu ini mengedepankan taktik pertarungan jarak dekat , seperti hantaman bahu .
Kurang lebih dua abad kungfu ini masih terjaga dan sangat rahasia dan hanya dipelajari oleh sedikit orang muslim . Mulai awal abad inilah, orang non muslim cina mulai mempelajari kungfu ini, dan banyak pendekar- pendekar tangguh aliran ini dapat ditemui diantara muslim suku hui terutama di provinsi
Henan.
Pada masa sekarang , kungfu ini telah juga banyak di kuasai oleh non muslim cina, terutama di
Shanghaioleh Lu Songgao. Kungfu ini terbagi dua yaitu aliran Lushan dan aliran
Luoyang, Dua aliran ini sangat menjaga rahasianya dan jarang ditemui diluar komunitas non muslim
Thifan Pokhan Aliran Tsufuk Lanah Ragunan
Ragunan,...kalau warga Jakarta, atau mungkin warga Indonesia ditanya mengenai Ragunan, ....90 % yang terlintas dipikiran mereka pasti " Kebun Binatang ".
Yup,...kalo gitu latihan Thifannya bareng ma binatang- binatang penghuni kebun binatang yang imut-imut itu dong,..ato paling engga diliatin ma mereka?
Ya enggaaaaa...laaahhh
Karena Lanah kita ini tepatnya terletak di Bumi Perkemahan Ragunan, persisnya deket perempatan Ragunan di depan Kantor Departemen Pertanian RI.
Kalo mo kenalan datang aja tiap hari ahad/ minggu jam 9.00 WIB- 12.00 WIB, Insya Allah ada kita- kita tamid-tamid thifan pokhan aliran tsufuk lagi latihan, dengan seragam merahnya yang ngejreng...itu juga dengan catatan Bumi Perkemahannya ga dibooking buat acara hajatan, baik hajatan perorangan, kelompok, ataupun hajatan partai-partai politik yang kerjanya ga jelas.
ato telepon dulu sama pembimbing lanahnya, yaitu ustad Zainul di 08151649793
Jadi,...ditunggu deh kedatangan dan silaturahminya...he he he,..
Ragunan,...kalau warga Jakarta, atau mungkin warga Indonesia ditanya mengenai Ragunan, ....90 % yang terlintas dipikiran mereka pasti " Kebun Binatang ".
Yup,...kalo gitu latihan Thifannya bareng ma binatang- binatang penghuni kebun binatang yang imut-imut itu dong,..ato paling engga diliatin ma mereka?
Ya enggaaaaa...laaahhh
Karena Lanah kita ini tepatnya terletak di Bumi Perkemahan Ragunan, persisnya deket perempatan Ragunan di depan Kantor Departemen Pertanian RI.
Kalo mo kenalan datang aja tiap hari ahad/ minggu jam 9.00 WIB- 12.00 WIB, Insya Allah ada kita- kita tamid-tamid thifan pokhan aliran tsufuk lagi latihan, dengan seragam merahnya yang ngejreng...itu juga dengan catatan Bumi Perkemahannya ga dibooking buat acara hajatan, baik hajatan perorangan, kelompok, ataupun hajatan partai-partai politik yang kerjanya ga jelas.
ato telepon dulu sama pembimbing lanahnya, yaitu ustad Zainul di 08151649793
Jadi,...ditunggu deh kedatangan dan silaturahminya...he he he,..
GAYA PEJABAT ALA RASULLULLAH SAW
Gaya hidup sederhana adalah ciri penampilan Rasulullah SAW, seorang yang bukan hanya nabi, tetapi beliau juga seorang pemimpin tertinggi dalam negara Madinah.
Kalau mau diukur-ukur, sebenanya Rasulullah SAW bukan termasuk orang miskin dan tidak punya, sebaliknya beliau seharusnya termasuk jajaran orang paling kaya di Madinah. Sebab menurut sebuah analisa, beliau punya hak 20% dari setiap harta rampasan perang yang didapat. Sebagaimana ayat tentang khumus berikut ini:
Ketahuilah, sesungguhnya apa saja yang dapat kamu peroleh sebagai rampasan perang, maka sesungguhnya seperlima untuk Allah, Rasul, kerabat Rasul, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan ibnussabil, jika kamu beriman kepada Allah dan kepada apa yang kami turunkan kepada hamba Kami di hari Furqaan, yaitu di hari bertemunya dua pasukan. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS. Al-Anfal: 41)
Seperlima atau 20% itu sangat banyak, apalagi diambil dari harta rampasan perang atas penaklukan. Tentunya nilainya sangat besar dan halal, karena memang telah ditetapkan langsung oleh Allah SWT.
Logikanya, kalau seandainya Rasulullah SAW mau tampil keren, baju mahal, rumah mentereng, isterinya yang banyak itu semua dipakaikan gelang emas sebesar pelek becak, bisa-bisa saja dan sah-sah saja. Wong duitnya duit dia sendiri, halal pula. Urusan orang lain pada hidup miskin, kan perlu proses.
Tapi tidak...
Beliau tidak pernah tampil keren dengan baju yang mahal. Beliau justru merasa lebih nyaman untuk tampil seadanya. Toh, tampil sederhana dan seadanya, tidak akan membuat orang menghina dan atau merendahkannya. Dan musuh-musuh beliau tidak pernah menyerang beliau dari sisi kemiskinan dan kesederhanaan. Pembangkangan kaumnya bukan karena beliau miskin dan tampil sederhana.
Sudah bukan hal yang aneh kalau beliau pernah kelaparan berbulan-bulan, sampai harus mengganjal perutnya dengan batu. Coba pikirkan, seumur-umur kita jadi rakyat miskin di Indonesia, rasanya kalau sampai harus mengganjal perut dengan batu karena lapar, rasanya kok belum pernah kan ya?
Tapi itulah Muhammad SAW, seorang kepala negara yang di tangannya ada kekuasaan tertinggi di seluruh jazirah Arabia. Tapi dapurnya pernah tidak mengepulkan asap selama tiga bulan.
Lalu ke mana hartanya yang seabrek-abrek itu, kenapa tidak dibuat untuk mensejahterakan dapurnya? Jawabnya bahwa harta itu meski menjadi haknya, tapi tidak pernah sampai ke rumahnya. Semua kembali diserahkan kepada fakir miskin. Dan isteri-isteri beliau ridha akan hal itu.
Jadi cerita nabi kelaparan cari makan ke sana kemari, sudah menjadi pemandangan sehari-hari semasa hidupnya. Bayangkan, pernah beliau pagi-pagi ke rumah Aisyah kelaparan minta makan. Namun sama dengan suaminya, Aisyah pun tidak punya makanan.
Aneh juga ya, masak seorang kepala negara dengan wilayah yang membentang begitu luas dan kekayaan yang tak terhingga, sampai bisa kelaparan di pagi hari. Minta makan kepada isterinya, ternyata juga tidak punya makanan. Akhirnya beliau SAW pun berpuasa. Subhanallah.
Gaya hidup sederhana ini, karena dilakukan langsung oleh seorang kepala negara, pastinya akan menurun kepada para pejabat di bawahnya.
Sebut saja khalifah Umar bin Al-Khattab radhiyallahu 'anhu. Beliau adalah penaklum tiga imperium besar dunia: Romawi, Persia dan Mesir. Logika sederhana, wajar dong sebagai kepala negara yang menguasai wilayah yang sedemikian luas, setidaknya punya baju lebih dari satu.
Tapi hampir tidak masuk di logika kita hari ini. Seorang Umar bisa-bisanya punya pakaian hanya satu potong saja, itu pun lengkap dengan asesoris 40 tambalannya.
Lengkap sudah keagungan agama Islam, bukan hanya teori saja, tetapi memang langsung dipraktekkan oleh para pemimpinnya. Meski kemegahan dunia dan kekayaan ada di tangan, tapi sama sekali tidak dicintainya. Mereka lebih suka tampil sederhana, bahkan terlalu sederhana.
Seorang utusan dari negeri Romawi ketika menemukan sang Khalifah tertidur di bawah pohon tanpa pengawal, sontak menyebutkan ungkapan jujur dan tercatat dengan tinta emas sejarah, "Anda telah berbuat adil, maka anda hidup dengan aman, dan anda bisa tidur nyenyak."
Kalau yang hidup sederhana itu Abu Hurairah yang memang ahli suffah, mungkin kita masih bisa berpikir wajar. Tapi kalau seorang pemimpin level tertinggi, bisa sampai hidup sesederhana ini, maka kita pun harus berpikir ulang, kenapa mereka melakukan itu? Apakah Islam mengharamkan pejabat hidup dengan hasil keringat mereka? Apakah Islam mengharamkan kita menikmati kekayaan yang halal?
Jawabnya sederhana. Menikmati kekayaan hasil keringat sendiri memang halal dan sah. Namun ketika seorang diberi amanah untuk mengurus umat, meski memang ada jatah gaji baginya, namun nampaknya para pendahulu kita sejak awal sudah menjauhi fitnah bagi dirinya.
Ternyata hidup enak dengan berbagai fasilitas yang sah dari negara itu tidak banyak bermanfaat, bahkan fitnah dengan mudah masuk. Bukankah Utsman bin Al-Affan itu sudah kaya jauh sebelum beliau menjadi khalifah? Bukankah beliau menikmati kekayaan miliknya yang sudah dimilikinya jauh sebelum beliau mendapatkan jabatan? Bukankah memang beliau sudah kaya jauh sebelum dilahirkan orangtuanya?
Tetapi kita tahu dalam sejarah, ada begitu banyak tuduhan dan fitnah keji yang dilontarkan kepada sosok beliau, dan salah satunya adalah hidup bermewah-mewah. Kita tahu bahwa hal itu tidak betul, karena itu hanya kerjaan orang-orang yang memusuhi.
Tapi munculnya fitnah harta bagi khalifah Ustman memang ada dan tidak bisa dipungkiri. Dan cukup menjadi masalah juga bagi beliau. Walau pun kita sepakat bahwa khalifah Ustman tidak bersalah dalam hal ini. Namun tetap saja gaya hidup seorang yang kaya dengan fasilitas dan harta, cukup merepotkan.
Pejabat di Zaman Kita
Lalu bagaimana dengan pejabat kita? Bukankah mereka kebanyakan masih miskin sebelum menerima suatu jabatan?
Dan bagaimana bila sekarang ini mereka punya rumah mewah, tanah, kapling, apartemen, mobil bermilyar, satpam bejibun, pembantu dan deposito?
Padahal awalnya mereka hidup kere, hidup ngontrak di rumah petak sempit, tiap bulan dikejar-kejar pemilik rumah untuk bayar kontrakan. Bahkan tidak sedikit yang hidupnya masih numpang di rumah mertua.
Tapi kini dengan jabatan itu, mereka bisa hidup layak berkecukupan. Punya mobil mewah yang berjejer di garasi, yang bukan ukuran rakyat biasa. Rumah sudah di real estate, isterinya bolak balik shopping ke luar negeri. Umrah dan jalan-jalan ke mancanegara pakai uang rakyat. Dan semua itu didapat justru ketika dirinya diberi amanat untuk menjadi pejabat atau wakil rakyat.
Lalu di mana gaya hidup sederhana yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW serta para jajaran pejabat di kalangan shahabat?
Inilah barangkali yang pada akhirnya menimbulkan rasa kurang adil dan iri hati serta hasad di hati orang yang kurang baik imannya. Dan gaya hidup sederhana jadi pilihan hidup buat Nabi SAW dan para shahabat yang jadi pejabat dan orang besar. Agar tidak ada celah sedikit pun bagi orang yang kasat hati untuk menelikung lewat fitnah harta benda.
Kalau pun mereka mau melemahkan kita, bukan lewat fitnah harta, melainkan karena memang mereka membangkang dari ajaran Islam. Sehingga tidak ada hujjah bahwa Islam dijauhi hanya karena kecerobohan kita dalam gaya hidup.
Itulah barangkali masukan buat para du'at yang kini sedang menekuni dakwah lewat jalur birokrasi. Barangkali tidak salah kalau dimulai dari gaya hidup sederhana, merakyat, bersahaja, serta tidak menunjukkan perbedaan kelas dengan orang yang paling miskin di negeri ini.
Ketika Khalifah Umar meminta kepada rakyat Himsh untuk membuat daftar fakir miskin di wilayah itu, ternyata beliau terkejut sekali. Karena di dalam daftar itu ada nama seorang yang amat dikenalnya. Nama itu adalah nama gubernur Himsh, yang belum lama ini beliau angkat. Nama sang Gubernur ikut dimasukkan ke dalam daftar orang miskin oleh petugas, karena kenyataannya beliau memang hidup miskin.
Setela diselidiki, ternyata sang Gubernur bukan sekedar miskin, tapi 'terlalu amat sangat miskin sekali'. Bayangkan, pakaian yang dimiliki hanya satu potong saja. Setiap sebulan sekali beliau libur satu hari tidak mengurusi rakyat, karena harus mencuci pakaiannya dan menunggunya sampai kering untuk langsung dipakainya kembali. Subhanallah.
Padahal negeri Himsh itu sangat kaya dengan pendapatan daerah. Ternyata Umar tidak salah ketika memilih seorang gubernur. Kalau orang seperti ini masih ada, pasti kita sudah bilang dia 'setengah malaikat'. Tapi dia bukan setengah malaikat, dia manusia biasa, namun beliau memang hasil pengkaderan dan pembinaan seorang murabbi besar, Muhammad Rasulullah SAW.
Lebih menarik lagi, ketika Umar mengirimkan uang untuknya sebagai gaji, sang Gubernur langsung berucap, "Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un." Isterinya mendengar sang Gubernur mengucapkan lafadz yang biasa diucapkan kalau mendengar ada kematian langsung penasaran, langsung bertanya, "Ada apa? Apakah Khalifah Umar meninggal dunia?"
Sang Gubernur menjawab, "Bahkan lebih dahsyat dari itu."
Rupanya sang gubernur mengucakan belasungkawa ketika menerima uang gaji yang memang haknya. Beliau malah membagikan uang gajinya itu untuk para fakir miskin di wilayahnya. Bahkan isterinya pun tidak tahu menahu uang itu. Dan sang Gubernur tetap dengan kesederhanaannya.
Gaya Hidup Pejabat yang Da'i
Mungkin gaya hidup sederhana ini ke depan malah menjadi media kampanye yang ditunggu-tunggu rakyat. Sebab rakyat sudah bosan dengan visi dan misi. Semua calon pejabat sama saja visinya, nyaris tidak ada bedanya.
Yang membedakannya justru pada gaya hidup. Kita lihat saja, apakah pejabat atau wakil rakyat itu hidupnya bersahaja atau tidak? Kalau masih pakai ajudan, pengawal, mobil mewah, jalan-jalan ke luar negeri, kelihatannya kurang merakyat.
Tapi kalau ke mana-mana naik bus kota, atau ke kantornya berhimpitan juga seperti rakyat naik KRL bersama pengamen, buruh, pegawai rendah, pedagang asongan termasuk tukang copet, nah yang begini nih yang kita pilih. Tidak peduli apa visi misinya, karena yang namanya lidah tidak bertulang.
Sebab yang mengaku mau memperjuangkan rakyat atau agama Islam sudah terlalu banyak, sampai kita bingung apa bedanya, semua mengaku pembela kaum lemah, tapi ke mana-mana naik mobil mewah. Jadi yang dibela itu apaan ya?
dari www.eramuslim.com/ustadmenjawab
Gaya hidup sederhana adalah ciri penampilan Rasulullah SAW, seorang yang bukan hanya nabi, tetapi beliau juga seorang pemimpin tertinggi dalam negara Madinah.
Kalau mau diukur-ukur, sebenanya Rasulullah SAW bukan termasuk orang miskin dan tidak punya, sebaliknya beliau seharusnya termasuk jajaran orang paling kaya di Madinah. Sebab menurut sebuah analisa, beliau punya hak 20% dari setiap harta rampasan perang yang didapat. Sebagaimana ayat tentang khumus berikut ini:
Ketahuilah, sesungguhnya apa saja yang dapat kamu peroleh sebagai rampasan perang, maka sesungguhnya seperlima untuk Allah, Rasul, kerabat Rasul, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan ibnussabil, jika kamu beriman kepada Allah dan kepada apa yang kami turunkan kepada hamba Kami di hari Furqaan, yaitu di hari bertemunya dua pasukan. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS. Al-Anfal: 41)
Seperlima atau 20% itu sangat banyak, apalagi diambil dari harta rampasan perang atas penaklukan. Tentunya nilainya sangat besar dan halal, karena memang telah ditetapkan langsung oleh Allah SWT.
Logikanya, kalau seandainya Rasulullah SAW mau tampil keren, baju mahal, rumah mentereng, isterinya yang banyak itu semua dipakaikan gelang emas sebesar pelek becak, bisa-bisa saja dan sah-sah saja. Wong duitnya duit dia sendiri, halal pula. Urusan orang lain pada hidup miskin, kan perlu proses.
Tapi tidak...
Beliau tidak pernah tampil keren dengan baju yang mahal. Beliau justru merasa lebih nyaman untuk tampil seadanya. Toh, tampil sederhana dan seadanya, tidak akan membuat orang menghina dan atau merendahkannya. Dan musuh-musuh beliau tidak pernah menyerang beliau dari sisi kemiskinan dan kesederhanaan. Pembangkangan kaumnya bukan karena beliau miskin dan tampil sederhana.
Sudah bukan hal yang aneh kalau beliau pernah kelaparan berbulan-bulan, sampai harus mengganjal perutnya dengan batu. Coba pikirkan, seumur-umur kita jadi rakyat miskin di Indonesia, rasanya kalau sampai harus mengganjal perut dengan batu karena lapar, rasanya kok belum pernah kan ya?
Tapi itulah Muhammad SAW, seorang kepala negara yang di tangannya ada kekuasaan tertinggi di seluruh jazirah Arabia. Tapi dapurnya pernah tidak mengepulkan asap selama tiga bulan.
Lalu ke mana hartanya yang seabrek-abrek itu, kenapa tidak dibuat untuk mensejahterakan dapurnya? Jawabnya bahwa harta itu meski menjadi haknya, tapi tidak pernah sampai ke rumahnya. Semua kembali diserahkan kepada fakir miskin. Dan isteri-isteri beliau ridha akan hal itu.
Jadi cerita nabi kelaparan cari makan ke sana kemari, sudah menjadi pemandangan sehari-hari semasa hidupnya. Bayangkan, pernah beliau pagi-pagi ke rumah Aisyah kelaparan minta makan. Namun sama dengan suaminya, Aisyah pun tidak punya makanan.
Aneh juga ya, masak seorang kepala negara dengan wilayah yang membentang begitu luas dan kekayaan yang tak terhingga, sampai bisa kelaparan di pagi hari. Minta makan kepada isterinya, ternyata juga tidak punya makanan. Akhirnya beliau SAW pun berpuasa. Subhanallah.
Gaya hidup sederhana ini, karena dilakukan langsung oleh seorang kepala negara, pastinya akan menurun kepada para pejabat di bawahnya.
Sebut saja khalifah Umar bin Al-Khattab radhiyallahu 'anhu. Beliau adalah penaklum tiga imperium besar dunia: Romawi, Persia dan Mesir. Logika sederhana, wajar dong sebagai kepala negara yang menguasai wilayah yang sedemikian luas, setidaknya punya baju lebih dari satu.
Tapi hampir tidak masuk di logika kita hari ini. Seorang Umar bisa-bisanya punya pakaian hanya satu potong saja, itu pun lengkap dengan asesoris 40 tambalannya.
Lengkap sudah keagungan agama Islam, bukan hanya teori saja, tetapi memang langsung dipraktekkan oleh para pemimpinnya. Meski kemegahan dunia dan kekayaan ada di tangan, tapi sama sekali tidak dicintainya. Mereka lebih suka tampil sederhana, bahkan terlalu sederhana.
Seorang utusan dari negeri Romawi ketika menemukan sang Khalifah tertidur di bawah pohon tanpa pengawal, sontak menyebutkan ungkapan jujur dan tercatat dengan tinta emas sejarah, "Anda telah berbuat adil, maka anda hidup dengan aman, dan anda bisa tidur nyenyak."
Kalau yang hidup sederhana itu Abu Hurairah yang memang ahli suffah, mungkin kita masih bisa berpikir wajar. Tapi kalau seorang pemimpin level tertinggi, bisa sampai hidup sesederhana ini, maka kita pun harus berpikir ulang, kenapa mereka melakukan itu? Apakah Islam mengharamkan pejabat hidup dengan hasil keringat mereka? Apakah Islam mengharamkan kita menikmati kekayaan yang halal?
Jawabnya sederhana. Menikmati kekayaan hasil keringat sendiri memang halal dan sah. Namun ketika seorang diberi amanah untuk mengurus umat, meski memang ada jatah gaji baginya, namun nampaknya para pendahulu kita sejak awal sudah menjauhi fitnah bagi dirinya.
Ternyata hidup enak dengan berbagai fasilitas yang sah dari negara itu tidak banyak bermanfaat, bahkan fitnah dengan mudah masuk. Bukankah Utsman bin Al-Affan itu sudah kaya jauh sebelum beliau menjadi khalifah? Bukankah beliau menikmati kekayaan miliknya yang sudah dimilikinya jauh sebelum beliau mendapatkan jabatan? Bukankah memang beliau sudah kaya jauh sebelum dilahirkan orangtuanya?
Tetapi kita tahu dalam sejarah, ada begitu banyak tuduhan dan fitnah keji yang dilontarkan kepada sosok beliau, dan salah satunya adalah hidup bermewah-mewah. Kita tahu bahwa hal itu tidak betul, karena itu hanya kerjaan orang-orang yang memusuhi.
Tapi munculnya fitnah harta bagi khalifah Ustman memang ada dan tidak bisa dipungkiri. Dan cukup menjadi masalah juga bagi beliau. Walau pun kita sepakat bahwa khalifah Ustman tidak bersalah dalam hal ini. Namun tetap saja gaya hidup seorang yang kaya dengan fasilitas dan harta, cukup merepotkan.
Pejabat di Zaman Kita
Lalu bagaimana dengan pejabat kita? Bukankah mereka kebanyakan masih miskin sebelum menerima suatu jabatan?
Dan bagaimana bila sekarang ini mereka punya rumah mewah, tanah, kapling, apartemen, mobil bermilyar, satpam bejibun, pembantu dan deposito?
Padahal awalnya mereka hidup kere, hidup ngontrak di rumah petak sempit, tiap bulan dikejar-kejar pemilik rumah untuk bayar kontrakan. Bahkan tidak sedikit yang hidupnya masih numpang di rumah mertua.
Tapi kini dengan jabatan itu, mereka bisa hidup layak berkecukupan. Punya mobil mewah yang berjejer di garasi, yang bukan ukuran rakyat biasa. Rumah sudah di real estate, isterinya bolak balik shopping ke luar negeri. Umrah dan jalan-jalan ke mancanegara pakai uang rakyat. Dan semua itu didapat justru ketika dirinya diberi amanat untuk menjadi pejabat atau wakil rakyat.
Lalu di mana gaya hidup sederhana yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW serta para jajaran pejabat di kalangan shahabat?
Inilah barangkali yang pada akhirnya menimbulkan rasa kurang adil dan iri hati serta hasad di hati orang yang kurang baik imannya. Dan gaya hidup sederhana jadi pilihan hidup buat Nabi SAW dan para shahabat yang jadi pejabat dan orang besar. Agar tidak ada celah sedikit pun bagi orang yang kasat hati untuk menelikung lewat fitnah harta benda.
Kalau pun mereka mau melemahkan kita, bukan lewat fitnah harta, melainkan karena memang mereka membangkang dari ajaran Islam. Sehingga tidak ada hujjah bahwa Islam dijauhi hanya karena kecerobohan kita dalam gaya hidup.
Itulah barangkali masukan buat para du'at yang kini sedang menekuni dakwah lewat jalur birokrasi. Barangkali tidak salah kalau dimulai dari gaya hidup sederhana, merakyat, bersahaja, serta tidak menunjukkan perbedaan kelas dengan orang yang paling miskin di negeri ini.
Ketika Khalifah Umar meminta kepada rakyat Himsh untuk membuat daftar fakir miskin di wilayah itu, ternyata beliau terkejut sekali. Karena di dalam daftar itu ada nama seorang yang amat dikenalnya. Nama itu adalah nama gubernur Himsh, yang belum lama ini beliau angkat. Nama sang Gubernur ikut dimasukkan ke dalam daftar orang miskin oleh petugas, karena kenyataannya beliau memang hidup miskin.
Setela diselidiki, ternyata sang Gubernur bukan sekedar miskin, tapi 'terlalu amat sangat miskin sekali'. Bayangkan, pakaian yang dimiliki hanya satu potong saja. Setiap sebulan sekali beliau libur satu hari tidak mengurusi rakyat, karena harus mencuci pakaiannya dan menunggunya sampai kering untuk langsung dipakainya kembali. Subhanallah.
Padahal negeri Himsh itu sangat kaya dengan pendapatan daerah. Ternyata Umar tidak salah ketika memilih seorang gubernur. Kalau orang seperti ini masih ada, pasti kita sudah bilang dia 'setengah malaikat'. Tapi dia bukan setengah malaikat, dia manusia biasa, namun beliau memang hasil pengkaderan dan pembinaan seorang murabbi besar, Muhammad Rasulullah SAW.
Lebih menarik lagi, ketika Umar mengirimkan uang untuknya sebagai gaji, sang Gubernur langsung berucap, "Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un." Isterinya mendengar sang Gubernur mengucapkan lafadz yang biasa diucapkan kalau mendengar ada kematian langsung penasaran, langsung bertanya, "Ada apa? Apakah Khalifah Umar meninggal dunia?"
Sang Gubernur menjawab, "Bahkan lebih dahsyat dari itu."
Rupanya sang gubernur mengucakan belasungkawa ketika menerima uang gaji yang memang haknya. Beliau malah membagikan uang gajinya itu untuk para fakir miskin di wilayahnya. Bahkan isterinya pun tidak tahu menahu uang itu. Dan sang Gubernur tetap dengan kesederhanaannya.
Gaya Hidup Pejabat yang Da'i
Mungkin gaya hidup sederhana ini ke depan malah menjadi media kampanye yang ditunggu-tunggu rakyat. Sebab rakyat sudah bosan dengan visi dan misi. Semua calon pejabat sama saja visinya, nyaris tidak ada bedanya.
Yang membedakannya justru pada gaya hidup. Kita lihat saja, apakah pejabat atau wakil rakyat itu hidupnya bersahaja atau tidak? Kalau masih pakai ajudan, pengawal, mobil mewah, jalan-jalan ke luar negeri, kelihatannya kurang merakyat.
Tapi kalau ke mana-mana naik bus kota, atau ke kantornya berhimpitan juga seperti rakyat naik KRL bersama pengamen, buruh, pegawai rendah, pedagang asongan termasuk tukang copet, nah yang begini nih yang kita pilih. Tidak peduli apa visi misinya, karena yang namanya lidah tidak bertulang.
Sebab yang mengaku mau memperjuangkan rakyat atau agama Islam sudah terlalu banyak, sampai kita bingung apa bedanya, semua mengaku pembela kaum lemah, tapi ke mana-mana naik mobil mewah. Jadi yang dibela itu apaan ya?
dari www.eramuslim.com/ustadmenjawab
JALAN PANJANG THIFAN POKHAN
Shurul Khan Ni Thifan Po Khan Wa Syufu Taesyukhan
Kalo temen2 pernah nonton serial TV Pedang dan Kitab Suci, yaitu berkisah tentang persekutuan antara partai bunga merah dan pendekar- pendekar muslim untuk menggulingkan dinasti manchu, maka pendekar- pendekar muslim itulah para Badur/ Pendekar dari negeri Thifan. Thifan itu sendiri terletak di sebelah utara- barat Republik Rakyat China, atau sekarang masuk wilayah daerah otonomi Xinjiang dan sekarang lebih sering disebut dengan Turfan. Turfan itu sendiri pada masa lalu adalah salah satu kota yang dilewati jalur sutra, hingga merupakan daerah persinggungan antara budaya timur dan barat. Thifan/ turfan terdiri dari mayoritas muslim dari suku wigu/ uighur/ , tartar, moghul, kittan, fattan, tayli dan juga suku hui. Islam masuk mulai abad ke 2 hijriah, atau abad 9 masehi, seiring dengan datangnya para pedagang arab dan persia serta semakin kuatnya pengaruh Kekhalifahan abbasiyah di Baghdad. Kitab Zhodam
Hikayat Thifan Pokhan tertulis dalam kitab Zhodam ( Darah Juang ) yang ditulis oleh Badur/ Pendekar Ahmad Syiharani. Isi kitab itu berupa hikayat, atau cerita turun temurun yang diceritakan dari mulut ke mulut hingga tidak bisa dijadikan sebuah acuan sejarah menurut ilmu modern, tetapi keakuratannya lebih tinggi dari legenda ataupun dongeng. Kitab ini tertulis dalam bahasa urwun, dan diterjemahkan ke dalam bahasa melayu kuno oleh Hang Nandra Abu Bakar, seorang hulubalang kerajaan Aceh. Adapun kitab ini berisi tentang perkembangan Shurul Khan ( Thifan Pokhan dan syufu Taesyu Khan ) dan tentang hikayat para Badur/ Pendekar, Shuku/ Guru, dan Ahund/ Ustad Shurul Khan
Badur/ Pendekar Namsuit
Beliau adalah seorang Mongol, ayahnya tewas di medan perang ketika ia masih dalam kandungan, lalu ibunya menikah dengan seorang pria bangsa tayli dan masuk Islam. Sejak kecil ia dimasukkan ke lanah/ pesantren/ tempat pendidikan untuk belajar agama islam dan ilmu beladiri. Ia mempelajari dan mengembangkan Jurus pukulan dan tendangan orang turki/ Uighur, kemudian menggubah cara tangkisan orang turki, tayli, kitan mongol dan kai sehingga tercipta Jurus Wigu Po'er / tinju dan tendangan wigu. Ia juga menciptakan beberapa jurus, yaitu : - Fuke Koyli Ey Pend : Panda dambakan anggur - Tsude Ne Fit : ungkitan pelana - Firgi Kho Me' Ni : Simpuhan anak angin - Noug Ogul Babay : Ksatria usir perintang - Tedsyu Ey : Ungkit batu karang - Tse Ul Ni Kay : Serangan anak kelana - Kayla uzi Cak : Mendorong kereta emas - Korey Ni Fuen : Kepak elang kembar - Teutgul Te kay : Sikut Emas Juga ia menciptakan beberapa jurus berdasarkan gerakan hewan yaitu : - Baber Te'er : Jurus harimau - Pila Te' er : Jurus Bangau - Thos Te' er : Jurus Merak Juga ia menciptakan jurus rahapan/ cakaran/ Cengkraman - Nesti Peyne' : Kepala ayam jantan merahap - Fuku Ne'i : Rahapan kera ketika di panah - Fuku Ne'i Seng Ey : Rahapan kera padamkan lampu - Gio Gul Ne'i Kutsin : Bunga tertiup angin - Neyt Tetsy : Rahapan bidadari - Tudsy Kai Tsen : rahapan kelelawar Dan ia menciptakan jurus Ling Zwe Kawt Te Kum /Naga Menumbuk Gunung berdasarkan mimpinya melihat dua ekor naga sedang berkelahi. Jurus- jurus tersebut diatas diteliti dan digubah kemudian di coba dalam perkelahian dan turgul/ adu tanding, juga di uji dengan berbagai macam senjata. Ia berteman dengan Badur Je'nan dan bersama menggubah dan meneliti kungfu Shaolin dan berdua menciptakan ilmu perkelahian " Shurul Khan/ Siasat Raja. Kelebihan Badur Namsuit ialah dath panasnya yang luar biasa, hingga apabila ia bertarung terlihat telapak tangannya berwarna kemerahan, menyala seperti bara api, juga ia bisa meremukkan batu dengan genggaman tangannya. ia berteman dengan murid dan juga sahabatnya, Badur Je'nan hingga akhir hayatnya. Oleh karena itulah, ilmu perkelahian Badur Namsuit ini disebut sebagai dasar dari Thifan Pokhan dan Syufu Taesyukhan.
Badur/ Pendekar Je'nan.
Badur Je'nan adalah seorang anak keturunan bangsawan Tayli. Mulanya ia adalah seorang Ahund/ ustad muda yang pandai ilmu agama islam. Jalan hidupnya berubah ketika pada suatu hari ia berdebat agama dengan seorang suku Han.Dalam debat itu, orang Han itu kalah dan tidak terima dengan penjelasan Je'nan lalu memukul Je'nan dan meludahi mukanya.Karena tidak berani, Je'nan tidak melawan, tapi dalam hatinya ia berfikir " Kenapa aku seorang lelaki begini lemah, seperti seorang penari kerajaan saja ". Lalu ia mendatangi lanah tempat berlatih beladiri dan mulai belajar Wigu Po'er/ pkulan dan tendangan wigu. Ia tetap sabar walau dilanah itu ia sering " dikerjai oleh seniornya ". Hingga suatu hari ia bertemu dengan Badur Namsuit, yang pada saat itu sudah berumur sekitar 100 tahunan tapi bisa memutuskan rantai besi dengan tangannya, lalu ia memohon kepada badur Namsuit supaya mau menerimanya menjadi murid. Karena Je'nan seorang yang pandai ilmu agama islam, maka ia diterima menjadi murid Badur Namsuit. Maka Je'nan pun berlatih Wigu Po'er dan belajar jurus pada Badur Namsuit secara diam- diam. Setelah enam bulan, karena kepandaian dan bakatnya, ia sudah menguasai semua ilmu dari Badur Namsuit sudah dikuasai. Ia pun mendatangi lanah tempat ia pertama berlatih dan menantang semua orang di lanah tersebut yang pernah melecehkannya dulu dan ia mengalahkan mereka semua dengan mudah, ia pun mendatangi orang Han yang pernah meludahinya dan juga mengalahkannya. Kemajuan Je'nan yang sangat cepat ( dalam tempo 6 bulan ) membuat semua orang kagum dan heran, karena sangat jarang orang yang bisa menguasai ilmu beladiri yang hebat dalam waktu singkat. Hal itu sebenarnya tidaklah mengherankan mengingat Je'nan dapat menghafal 30 Juz Al- Qur'an dan hafal 1000 Hadist, karena konon orang yang seperti itu dapat mempelajari apa saja dengan mudah. Atas petunjuk Badur Namsuit, maka Je'nan mengembara ke timur untuk mencari ilmu beladiri yang terkenal yaitu Kungfu Shaolin sekaligus menyebarkan agama islam.Dalam perjalanan itu dikisahkan ia banyak bertarung dengan para perampok dan pendekar- pendekar dari berbagai aliran dan tak pernah ia kalah. Hingga pada suatu ketika ia berhasil memperoleh sebuah kitab kungfu Shaolin dari seorang pendekar miskin dari aliran Shaolin dengan cara membayar semua hutangnya.Adapun sebelumnya pendekar itu tersebut memperoleh kitab itu dari seorang pendekar pemabuk dan menukarnya dengan segentong arak.Adapun nama kitab ilmu Shaolin tersebut kurang jelas namanya. Je'nan kembali ke Thifan dan bersama Badur Namsuit mengkaji Ilmu Shaolin dan menggabungkannya dengan jurus- jurus thifan. Setelah dikaji dan dihilangkan semua unsur- unsur yang bertentangan dengan syariat islam maka terciptalah Ilmu Perkelahian " Shurulkhan " yang merupakan cikal bakal Thifan Pokhan dan Syufu Taesyukhan. Selanjutnya seiring dengan ketenarannya, Badur Je'nan membuka lanah tempat untuk belajar Shurul khan dan juga belajar agama dan banyaklah orang-orang yang datang baik untuk belajar.Diantaranya juga badur tua Namsuit gurunya, ikut pula belajar agama dari Badur Je'nan, sehingga hubungan keduanya semakin erat. Karena Je'nan seorang ulama ahlus sunnah/ mengikuti sunnah Nabi Muhammad SAW yang tegas, maka ia selalu mengajarkan kepada murid- muridnya agar tidak melakukan amalan agama yang tidak sesuai dengan Al- qur'an dan Hadist. Ini berlawanan dengan sebagian besar ulama Thurfan pada waktu itu, yang menganut paham sufi dan sinkretisme, yang lebih mementingkan urusan akhirat dan cenderung melupakan urusan dunia, dan juga memakai amalan-- dan ibadah yang tidak sesuai dengan Al- qur'an dan hadist. Para ulama itu bahkan memfatwakan bahwa belajar beladiri itu bukan ajaran islam karena mengandung unsur kekerasan dan tidak sesuai dengan ajaran islam yang artinya damai dan keselamatan untuk seluruh alam. Sedangkan menurut Badur Je'nan, belajar beladiri itu wajib bagi umat islam untuk membeladiri dan mempersiapkan diri apabila suatu saat negeri islam diserang oleh negeri luar, apalagi pada waktu itu kerajaan China/ Mongol sedang giat melakukan ekspansi. Karena semakin banyak masyarakat yang berguru kepada Badur Je'nan, maka para ulama yang iri itu memfitnah Je'nan dihadapan sultan, dengan mengatakan bahwa badur Je'nan akan memberontak. Hal ini diperkuat dengan adanya seorang tamid/ murid yang bernama Abayt yang berkhianat karena tergiur oleh godaan hadiah yang banyak. Maka sultan yang juga seorang pemimpin zalim dan haus kuasa itu mengirim pasukannya untuk memberantas Lanah Badur Je'nan. Dengan 50 orang tamid/ murid utamanya, badur Je'nan dibantu Badur tua Namsuit bertempur melawan pasukan Sultan. Karena jumlah yang tidak seimbang maka 41 orang tamid Badur Je'nan gugur, termasuk Badur tua Namsuit, tapi sebelum ajal menjemput, Badur Namsuit memerintahkan kepada Je'nan yang terluka untuk menyelamatkan diri. Maka, dengan terluka parah, Badur Je'nan mundur dari pertempuran dan berkuda ke arah barat. Selain itu ada 9 orang tamid Badur Je'nan yang berhasil lolos dan berpencar satu sama lain. Ke 9 Tamid tersebut belum ada yang berhasil mempelajari Shurul Khan secara keseluruhan, sehingga mereka secara tidak langsung menciptakan aliran Shurul Khan masing- masing. Ke 9 murid itu bernama payug, orlug, tae fatan, bahroy, syirulgul,suyi, krait, naiman, dan seorang murid terakhir Badur Namsuit yang membawa aliran namsuit.Mereka mendirikan lanah- lanah rahasia dan sangat selektif dalam memilih murid, mengingat bahwa hancurnya lanah Shurulkhan karena pengkhianatan seorang Tamid Pengkhianat. Syarat itu adalah hanya untuk kaum bangsawan dan hafal al- qur'an serta hadist Nabi. Adapun Badur Je'nan tidak diketahui jelas nasibnya, ada yang bilang ia menetap di turki, adapula yang mengatakan ia tewas. Tapi yang jelas, pengorbanan Badur Je'nan dan Badur Namsuit tidak akan terlupa diantara para tamid Thifan Pokhan dan Syufu Taesyukan. Sedang negeri Thifan tak lama sepeninggalnya Badur Je'nan hancur lebur diserang oleh bangsa China dan Mongol dengan mudah dan hampir tanpa perlawanan. Karena pemahaman agama yang salah, maka seluruh negeri mendapatkan akibatnya dan dijajah oleh negeri asing. I
tulah sekelumit hikayat yang terdapat dalam Kitab Zhodam, selain kisah Badur Namsuit dan Je'nan, terdapat pula kisah Para Badur baik aliran Thifan Pokhan maupun Syufu Taesyukhan dengan spesialisasi masing- masing. Ada yang ahli Dath panas, ada yang ahli Dath dingin, ahli rahapan, ahli cakar dll. Karena keterbatasan penulis ( belum baca yang versi lengkap ) maka tidak semua Kisah para Badur tersebut yang ditulis disini, karena kisah mereka tidak terlalu berperan dalam sejarah shurul Khan, juga karena adanya beberapa perbedaan penafsiran kitab Zhodam ( terutama dalam soal waktu kejadian, umur para badur dll ) dikarenakan Kitab Zhodam adalah kitab hikayat maka tidak bisa dijadikan pegangan sejarah, meskipun para tokoh/ Badur yang tertulis adalah benar pernah hidup di masa lalu.
Badur Ahmad Syiharani.
Inilah sang penulis Kitab Zhodam, selain itu ia juga menulis kitab Jurus ( Thifan Pokhan dan Syufu Taesyukhan ) dan juga kitab pengobatan Thifan. Ialah tokoh yang berhasil mengumpulkan aliran Shurulkhan yang terserak dan menjadikannya 2 aliran yaitu Thifan Pokhan/ kepalan raja thifan, dan syufu Taesyukhan/ gerakan raja. Thifan Pokhan mengutamakan tehnik- tehnik bertarung tingkat tinggi dan kecepatan serta kelincahan gerak, hingga lebih cocok digunakan oleh orang yang bertubuh kecil ( orang tartar, han, hui ), sedangkan Syufu taesyukhan mengutamakan kekuatan dan tehnik sederhana namun efektif seperti bantingan dan cengkraman, sehingga cocok digunakan oleh orang bertubuh besar ( uighur, turki, arab ). Tetapi dalam segala sesuatu didunia selalu ada perkecualian. Adapun mengenai tokoh ini, masih kontroversi.
- Pendapat pertama bahwa tokoh ini benar adanya.
- Pendapat kedua bahwa nama Ahmad Syiharani adalah nama samaran, dikarenakan faktor keselamatan dan untuk menjaga kerahasiaan.
- Pendapat ketiga bahwa tokoh ini adalah samaran dari beberapa tokoh yang bersama menyusun kitab diatas.
Mengenai benar tidaknya pendapat- pendapat diatas, maka yang terpenting adalah bahwa Badur Ahmad Syiharani telah mewariskan dan mewakafkan ilmu yang berguna bagi umat manusia, khususnya umat islam.
Penyebaran di Indonesia
Ketika kerajaan Aceh berdiri di sumatera, maharaja Aceh ketika itu ( Malik Muzzafar Syah atau Sultan Iskandar Muda. Wallahualam ) mengundang para pendekar dari turkistan/ thifan untuk menjadi pelatih beladiri tentara kerajaan aceh. Hal ini mungkin atas bantuan dari Khalifah Turki Ustmani/ Ottoman Turk yang merupakan pemimpin Kekhalifahan Islam, dan kerajaan Aceh adalah salah satu persemakmuran kekhalifahan Turki. Para Badur itu datang membawa pula Kitab Zhodam, kitab jurus dan kitab pengobatan. Ketiga kitab itu di terjemahkan ke dalam bahasa melayu kuno oleh seorang hulubalang/ pejabat kerajaan aceh yaitu Hang Nandra Abubakar. Dari sinilah awal mula tersebarnya Thifan Pokhan dan syufu Taesyukhan di Indonesia. Tuanku Rao membawa ilmu ini ke daerah sumatera utara, riau, dan daerah sumatera yang lain, juga menyeberang ke malaka/ malaysia. Selain itu karena ketidakstabilan politik di asia tengah, maka banyak orang- orang muslim tartar yang bermigrasi ke nusantara, terbanyak ke daerah Batavia dan jawa barat membawa serta Thifan Pokhan dan Syufu taesyukhan.
Ustad AD Marsedek.
Beliaulah yang memperkenalkan Thifan pokhan untuk masa modern, khususnya di Jawa Barat dan merupakan Guru Besar Thifan Pokhan di Indonesia. Ini bermula ketika jaman orla ketika PKI sedang berjaya, banyak santri, ustad yang menjadi incaran orang komunis ( mirip dengan revolusi budaya China di jaman Mao Tse Tung ). Untuk menghadapinya, maka banyak para santri dan ustad di jawa barat yang belajar Thifan Pokhan. Juga pada waktu itu banyak tumbuh aliran beladiri dari luar dengan membawa budaya negeri asalnya yang tidak sesuai dengan nilai keislaman, maka melihat keadaan itu maka Ustad Marsedek mengajarkan Thifan Pokhan sebagai pilihan bagi umat islam yang ingin mempelajari beladiri yang islami.
Menurut senior- senior Thifan ( maklum, saya masih Junior nih ), pada waktu dulu latihannya dilakukan pada malam hari dan tanpa lampu, karena masih mengikuti metode asli Thifan Pokhan jaman dahulu. Tetapi setelah Jaman orde baru, orang yang berlatih Thifan mulai sedikit. Mungkin dikarenakan PKI sudah tidak ada, dan ada yang bilang karena tekanan dari rejim orde baru yang agak " alergi " dengan sesuatu beladiri yang berbaju islam ( mirip jaman Badur Je'nan ). Sesuai kondisi jaman pula, maka sekarang bukan hal yang tabu lagi bila ingin berlatih Thifan Pokhan.Banyak lanah/ tempat latihan Thifan dimana- mana, dan tidak harus lagi hapal 30 juz al- qur'an atau hapal 1000 hadist. Cuma ada satu syarat yang tidak boleh dilanggar, dan tidak akan berani dilanggar, yaitu sesuai petuah para Badur Thifan di masa lalu " Bahwa ilmu ini di wakafkan/ diberikan cuma- cuma untuk umat islam dan untuk membela islam " Jadi, mohon maaf, hanya Muslim yang boleh belajar Thifan Pokhan, bukan berarti Thifan benci atau memusuhi agama lain, tapi hanya menjaga amanat dari pendahulu yang mengorbankan segala yang mereka punya demi menciptakan dan melestarikan ilmu ini. Juga tidak menjadikan Ilmu ini untuk kepentingan pribadi, seperti untuk mencari uang atau nama besar.
Semoga kehadiran Thifan Pokhan dapat menambah khasanah beladiri di tanah air.
Shurul Khan Ni Thifan Po Khan Wa Syufu Taesyukhan
Kalo temen2 pernah nonton serial TV Pedang dan Kitab Suci, yaitu berkisah tentang persekutuan antara partai bunga merah dan pendekar- pendekar muslim untuk menggulingkan dinasti manchu, maka pendekar- pendekar muslim itulah para Badur/ Pendekar dari negeri Thifan. Thifan itu sendiri terletak di sebelah utara- barat Republik Rakyat China, atau sekarang masuk wilayah daerah otonomi Xinjiang dan sekarang lebih sering disebut dengan Turfan. Turfan itu sendiri pada masa lalu adalah salah satu kota yang dilewati jalur sutra, hingga merupakan daerah persinggungan antara budaya timur dan barat. Thifan/ turfan terdiri dari mayoritas muslim dari suku wigu/ uighur/ , tartar, moghul, kittan, fattan, tayli dan juga suku hui. Islam masuk mulai abad ke 2 hijriah, atau abad 9 masehi, seiring dengan datangnya para pedagang arab dan persia serta semakin kuatnya pengaruh Kekhalifahan abbasiyah di Baghdad. Kitab Zhodam
Hikayat Thifan Pokhan tertulis dalam kitab Zhodam ( Darah Juang ) yang ditulis oleh Badur/ Pendekar Ahmad Syiharani. Isi kitab itu berupa hikayat, atau cerita turun temurun yang diceritakan dari mulut ke mulut hingga tidak bisa dijadikan sebuah acuan sejarah menurut ilmu modern, tetapi keakuratannya lebih tinggi dari legenda ataupun dongeng. Kitab ini tertulis dalam bahasa urwun, dan diterjemahkan ke dalam bahasa melayu kuno oleh Hang Nandra Abu Bakar, seorang hulubalang kerajaan Aceh. Adapun kitab ini berisi tentang perkembangan Shurul Khan ( Thifan Pokhan dan syufu Taesyu Khan ) dan tentang hikayat para Badur/ Pendekar, Shuku/ Guru, dan Ahund/ Ustad Shurul Khan
Badur/ Pendekar Namsuit
Beliau adalah seorang Mongol, ayahnya tewas di medan perang ketika ia masih dalam kandungan, lalu ibunya menikah dengan seorang pria bangsa tayli dan masuk Islam. Sejak kecil ia dimasukkan ke lanah/ pesantren/ tempat pendidikan untuk belajar agama islam dan ilmu beladiri. Ia mempelajari dan mengembangkan Jurus pukulan dan tendangan orang turki/ Uighur, kemudian menggubah cara tangkisan orang turki, tayli, kitan mongol dan kai sehingga tercipta Jurus Wigu Po'er / tinju dan tendangan wigu. Ia juga menciptakan beberapa jurus, yaitu : - Fuke Koyli Ey Pend : Panda dambakan anggur - Tsude Ne Fit : ungkitan pelana - Firgi Kho Me' Ni : Simpuhan anak angin - Noug Ogul Babay : Ksatria usir perintang - Tedsyu Ey : Ungkit batu karang - Tse Ul Ni Kay : Serangan anak kelana - Kayla uzi Cak : Mendorong kereta emas - Korey Ni Fuen : Kepak elang kembar - Teutgul Te kay : Sikut Emas Juga ia menciptakan beberapa jurus berdasarkan gerakan hewan yaitu : - Baber Te'er : Jurus harimau - Pila Te' er : Jurus Bangau - Thos Te' er : Jurus Merak Juga ia menciptakan jurus rahapan/ cakaran/ Cengkraman - Nesti Peyne' : Kepala ayam jantan merahap - Fuku Ne'i : Rahapan kera ketika di panah - Fuku Ne'i Seng Ey : Rahapan kera padamkan lampu - Gio Gul Ne'i Kutsin : Bunga tertiup angin - Neyt Tetsy : Rahapan bidadari - Tudsy Kai Tsen : rahapan kelelawar Dan ia menciptakan jurus Ling Zwe Kawt Te Kum /Naga Menumbuk Gunung berdasarkan mimpinya melihat dua ekor naga sedang berkelahi. Jurus- jurus tersebut diatas diteliti dan digubah kemudian di coba dalam perkelahian dan turgul/ adu tanding, juga di uji dengan berbagai macam senjata. Ia berteman dengan Badur Je'nan dan bersama menggubah dan meneliti kungfu Shaolin dan berdua menciptakan ilmu perkelahian " Shurul Khan/ Siasat Raja. Kelebihan Badur Namsuit ialah dath panasnya yang luar biasa, hingga apabila ia bertarung terlihat telapak tangannya berwarna kemerahan, menyala seperti bara api, juga ia bisa meremukkan batu dengan genggaman tangannya. ia berteman dengan murid dan juga sahabatnya, Badur Je'nan hingga akhir hayatnya. Oleh karena itulah, ilmu perkelahian Badur Namsuit ini disebut sebagai dasar dari Thifan Pokhan dan Syufu Taesyukhan.
Badur/ Pendekar Je'nan.
Badur Je'nan adalah seorang anak keturunan bangsawan Tayli. Mulanya ia adalah seorang Ahund/ ustad muda yang pandai ilmu agama islam. Jalan hidupnya berubah ketika pada suatu hari ia berdebat agama dengan seorang suku Han.Dalam debat itu, orang Han itu kalah dan tidak terima dengan penjelasan Je'nan lalu memukul Je'nan dan meludahi mukanya.Karena tidak berani, Je'nan tidak melawan, tapi dalam hatinya ia berfikir " Kenapa aku seorang lelaki begini lemah, seperti seorang penari kerajaan saja ". Lalu ia mendatangi lanah tempat berlatih beladiri dan mulai belajar Wigu Po'er/ pkulan dan tendangan wigu. Ia tetap sabar walau dilanah itu ia sering " dikerjai oleh seniornya ". Hingga suatu hari ia bertemu dengan Badur Namsuit, yang pada saat itu sudah berumur sekitar 100 tahunan tapi bisa memutuskan rantai besi dengan tangannya, lalu ia memohon kepada badur Namsuit supaya mau menerimanya menjadi murid. Karena Je'nan seorang yang pandai ilmu agama islam, maka ia diterima menjadi murid Badur Namsuit. Maka Je'nan pun berlatih Wigu Po'er dan belajar jurus pada Badur Namsuit secara diam- diam. Setelah enam bulan, karena kepandaian dan bakatnya, ia sudah menguasai semua ilmu dari Badur Namsuit sudah dikuasai. Ia pun mendatangi lanah tempat ia pertama berlatih dan menantang semua orang di lanah tersebut yang pernah melecehkannya dulu dan ia mengalahkan mereka semua dengan mudah, ia pun mendatangi orang Han yang pernah meludahinya dan juga mengalahkannya. Kemajuan Je'nan yang sangat cepat ( dalam tempo 6 bulan ) membuat semua orang kagum dan heran, karena sangat jarang orang yang bisa menguasai ilmu beladiri yang hebat dalam waktu singkat. Hal itu sebenarnya tidaklah mengherankan mengingat Je'nan dapat menghafal 30 Juz Al- Qur'an dan hafal 1000 Hadist, karena konon orang yang seperti itu dapat mempelajari apa saja dengan mudah. Atas petunjuk Badur Namsuit, maka Je'nan mengembara ke timur untuk mencari ilmu beladiri yang terkenal yaitu Kungfu Shaolin sekaligus menyebarkan agama islam.Dalam perjalanan itu dikisahkan ia banyak bertarung dengan para perampok dan pendekar- pendekar dari berbagai aliran dan tak pernah ia kalah. Hingga pada suatu ketika ia berhasil memperoleh sebuah kitab kungfu Shaolin dari seorang pendekar miskin dari aliran Shaolin dengan cara membayar semua hutangnya.Adapun sebelumnya pendekar itu tersebut memperoleh kitab itu dari seorang pendekar pemabuk dan menukarnya dengan segentong arak.Adapun nama kitab ilmu Shaolin tersebut kurang jelas namanya. Je'nan kembali ke Thifan dan bersama Badur Namsuit mengkaji Ilmu Shaolin dan menggabungkannya dengan jurus- jurus thifan. Setelah dikaji dan dihilangkan semua unsur- unsur yang bertentangan dengan syariat islam maka terciptalah Ilmu Perkelahian " Shurulkhan " yang merupakan cikal bakal Thifan Pokhan dan Syufu Taesyukhan. Selanjutnya seiring dengan ketenarannya, Badur Je'nan membuka lanah tempat untuk belajar Shurul khan dan juga belajar agama dan banyaklah orang-orang yang datang baik untuk belajar.Diantaranya juga badur tua Namsuit gurunya, ikut pula belajar agama dari Badur Je'nan, sehingga hubungan keduanya semakin erat. Karena Je'nan seorang ulama ahlus sunnah/ mengikuti sunnah Nabi Muhammad SAW yang tegas, maka ia selalu mengajarkan kepada murid- muridnya agar tidak melakukan amalan agama yang tidak sesuai dengan Al- qur'an dan Hadist. Ini berlawanan dengan sebagian besar ulama Thurfan pada waktu itu, yang menganut paham sufi dan sinkretisme, yang lebih mementingkan urusan akhirat dan cenderung melupakan urusan dunia, dan juga memakai amalan-- dan ibadah yang tidak sesuai dengan Al- qur'an dan hadist. Para ulama itu bahkan memfatwakan bahwa belajar beladiri itu bukan ajaran islam karena mengandung unsur kekerasan dan tidak sesuai dengan ajaran islam yang artinya damai dan keselamatan untuk seluruh alam. Sedangkan menurut Badur Je'nan, belajar beladiri itu wajib bagi umat islam untuk membeladiri dan mempersiapkan diri apabila suatu saat negeri islam diserang oleh negeri luar, apalagi pada waktu itu kerajaan China/ Mongol sedang giat melakukan ekspansi. Karena semakin banyak masyarakat yang berguru kepada Badur Je'nan, maka para ulama yang iri itu memfitnah Je'nan dihadapan sultan, dengan mengatakan bahwa badur Je'nan akan memberontak. Hal ini diperkuat dengan adanya seorang tamid/ murid yang bernama Abayt yang berkhianat karena tergiur oleh godaan hadiah yang banyak. Maka sultan yang juga seorang pemimpin zalim dan haus kuasa itu mengirim pasukannya untuk memberantas Lanah Badur Je'nan. Dengan 50 orang tamid/ murid utamanya, badur Je'nan dibantu Badur tua Namsuit bertempur melawan pasukan Sultan. Karena jumlah yang tidak seimbang maka 41 orang tamid Badur Je'nan gugur, termasuk Badur tua Namsuit, tapi sebelum ajal menjemput, Badur Namsuit memerintahkan kepada Je'nan yang terluka untuk menyelamatkan diri. Maka, dengan terluka parah, Badur Je'nan mundur dari pertempuran dan berkuda ke arah barat. Selain itu ada 9 orang tamid Badur Je'nan yang berhasil lolos dan berpencar satu sama lain. Ke 9 Tamid tersebut belum ada yang berhasil mempelajari Shurul Khan secara keseluruhan, sehingga mereka secara tidak langsung menciptakan aliran Shurul Khan masing- masing. Ke 9 murid itu bernama payug, orlug, tae fatan, bahroy, syirulgul,suyi, krait, naiman, dan seorang murid terakhir Badur Namsuit yang membawa aliran namsuit.Mereka mendirikan lanah- lanah rahasia dan sangat selektif dalam memilih murid, mengingat bahwa hancurnya lanah Shurulkhan karena pengkhianatan seorang Tamid Pengkhianat. Syarat itu adalah hanya untuk kaum bangsawan dan hafal al- qur'an serta hadist Nabi. Adapun Badur Je'nan tidak diketahui jelas nasibnya, ada yang bilang ia menetap di turki, adapula yang mengatakan ia tewas. Tapi yang jelas, pengorbanan Badur Je'nan dan Badur Namsuit tidak akan terlupa diantara para tamid Thifan Pokhan dan Syufu Taesyukan. Sedang negeri Thifan tak lama sepeninggalnya Badur Je'nan hancur lebur diserang oleh bangsa China dan Mongol dengan mudah dan hampir tanpa perlawanan. Karena pemahaman agama yang salah, maka seluruh negeri mendapatkan akibatnya dan dijajah oleh negeri asing. I
tulah sekelumit hikayat yang terdapat dalam Kitab Zhodam, selain kisah Badur Namsuit dan Je'nan, terdapat pula kisah Para Badur baik aliran Thifan Pokhan maupun Syufu Taesyukhan dengan spesialisasi masing- masing. Ada yang ahli Dath panas, ada yang ahli Dath dingin, ahli rahapan, ahli cakar dll. Karena keterbatasan penulis ( belum baca yang versi lengkap ) maka tidak semua Kisah para Badur tersebut yang ditulis disini, karena kisah mereka tidak terlalu berperan dalam sejarah shurul Khan, juga karena adanya beberapa perbedaan penafsiran kitab Zhodam ( terutama dalam soal waktu kejadian, umur para badur dll ) dikarenakan Kitab Zhodam adalah kitab hikayat maka tidak bisa dijadikan pegangan sejarah, meskipun para tokoh/ Badur yang tertulis adalah benar pernah hidup di masa lalu.
Badur Ahmad Syiharani.
Inilah sang penulis Kitab Zhodam, selain itu ia juga menulis kitab Jurus ( Thifan Pokhan dan Syufu Taesyukhan ) dan juga kitab pengobatan Thifan. Ialah tokoh yang berhasil mengumpulkan aliran Shurulkhan yang terserak dan menjadikannya 2 aliran yaitu Thifan Pokhan/ kepalan raja thifan, dan syufu Taesyukhan/ gerakan raja. Thifan Pokhan mengutamakan tehnik- tehnik bertarung tingkat tinggi dan kecepatan serta kelincahan gerak, hingga lebih cocok digunakan oleh orang yang bertubuh kecil ( orang tartar, han, hui ), sedangkan Syufu taesyukhan mengutamakan kekuatan dan tehnik sederhana namun efektif seperti bantingan dan cengkraman, sehingga cocok digunakan oleh orang bertubuh besar ( uighur, turki, arab ). Tetapi dalam segala sesuatu didunia selalu ada perkecualian. Adapun mengenai tokoh ini, masih kontroversi.
- Pendapat pertama bahwa tokoh ini benar adanya.
- Pendapat kedua bahwa nama Ahmad Syiharani adalah nama samaran, dikarenakan faktor keselamatan dan untuk menjaga kerahasiaan.
- Pendapat ketiga bahwa tokoh ini adalah samaran dari beberapa tokoh yang bersama menyusun kitab diatas.
Mengenai benar tidaknya pendapat- pendapat diatas, maka yang terpenting adalah bahwa Badur Ahmad Syiharani telah mewariskan dan mewakafkan ilmu yang berguna bagi umat manusia, khususnya umat islam.
Penyebaran di Indonesia
Ketika kerajaan Aceh berdiri di sumatera, maharaja Aceh ketika itu ( Malik Muzzafar Syah atau Sultan Iskandar Muda. Wallahualam ) mengundang para pendekar dari turkistan/ thifan untuk menjadi pelatih beladiri tentara kerajaan aceh. Hal ini mungkin atas bantuan dari Khalifah Turki Ustmani/ Ottoman Turk yang merupakan pemimpin Kekhalifahan Islam, dan kerajaan Aceh adalah salah satu persemakmuran kekhalifahan Turki. Para Badur itu datang membawa pula Kitab Zhodam, kitab jurus dan kitab pengobatan. Ketiga kitab itu di terjemahkan ke dalam bahasa melayu kuno oleh seorang hulubalang/ pejabat kerajaan aceh yaitu Hang Nandra Abubakar. Dari sinilah awal mula tersebarnya Thifan Pokhan dan syufu Taesyukhan di Indonesia. Tuanku Rao membawa ilmu ini ke daerah sumatera utara, riau, dan daerah sumatera yang lain, juga menyeberang ke malaka/ malaysia. Selain itu karena ketidakstabilan politik di asia tengah, maka banyak orang- orang muslim tartar yang bermigrasi ke nusantara, terbanyak ke daerah Batavia dan jawa barat membawa serta Thifan Pokhan dan Syufu taesyukhan.
Ustad AD Marsedek.
Beliaulah yang memperkenalkan Thifan pokhan untuk masa modern, khususnya di Jawa Barat dan merupakan Guru Besar Thifan Pokhan di Indonesia. Ini bermula ketika jaman orla ketika PKI sedang berjaya, banyak santri, ustad yang menjadi incaran orang komunis ( mirip dengan revolusi budaya China di jaman Mao Tse Tung ). Untuk menghadapinya, maka banyak para santri dan ustad di jawa barat yang belajar Thifan Pokhan. Juga pada waktu itu banyak tumbuh aliran beladiri dari luar dengan membawa budaya negeri asalnya yang tidak sesuai dengan nilai keislaman, maka melihat keadaan itu maka Ustad Marsedek mengajarkan Thifan Pokhan sebagai pilihan bagi umat islam yang ingin mempelajari beladiri yang islami.
Menurut senior- senior Thifan ( maklum, saya masih Junior nih ), pada waktu dulu latihannya dilakukan pada malam hari dan tanpa lampu, karena masih mengikuti metode asli Thifan Pokhan jaman dahulu. Tetapi setelah Jaman orde baru, orang yang berlatih Thifan mulai sedikit. Mungkin dikarenakan PKI sudah tidak ada, dan ada yang bilang karena tekanan dari rejim orde baru yang agak " alergi " dengan sesuatu beladiri yang berbaju islam ( mirip jaman Badur Je'nan ). Sesuai kondisi jaman pula, maka sekarang bukan hal yang tabu lagi bila ingin berlatih Thifan Pokhan.Banyak lanah/ tempat latihan Thifan dimana- mana, dan tidak harus lagi hapal 30 juz al- qur'an atau hapal 1000 hadist. Cuma ada satu syarat yang tidak boleh dilanggar, dan tidak akan berani dilanggar, yaitu sesuai petuah para Badur Thifan di masa lalu " Bahwa ilmu ini di wakafkan/ diberikan cuma- cuma untuk umat islam dan untuk membela islam " Jadi, mohon maaf, hanya Muslim yang boleh belajar Thifan Pokhan, bukan berarti Thifan benci atau memusuhi agama lain, tapi hanya menjaga amanat dari pendahulu yang mengorbankan segala yang mereka punya demi menciptakan dan melestarikan ilmu ini. Juga tidak menjadikan Ilmu ini untuk kepentingan pribadi, seperti untuk mencari uang atau nama besar.
Semoga kehadiran Thifan Pokhan dapat menambah khasanah beladiri di tanah air.
Langganan:
Postingan (Atom)